Kamis, April 2, 2026

Penjualan CLEO Naik 5 Persen pada 2025, Ekspansi Pabrik Jadi Motor Pertumbuhan 2026

Must Read

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatatkan kinerja penjualan yang tetap positif sepanjang tahun buku 2025. Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,82 triliun, meningkat 5 persen secara tahunan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp2,70 triliun.

Capaian tersebut mencerminkan stabilitas bisnis perseroan di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat. Pertumbuhan penjualan CLEO juga masih berada di kisaran rata-rata pertumbuhan industri nasional.

Segmen botol masih menjadi kontributor utama dengan nilai penjualan mencapai Rp1,57 triliun. Sementara itu, segmen non-botol menyumbang Rp1,20 triliun. Kedua segmen tersebut sama-sama mencatatkan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 5 persen dan 3 persen secara year on year (YoY).

CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan, perseroan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan berkat inovasi produk dan kekuatan distribusi yang menjangkau pasar secara luas.

“Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan dengan menorehkan capaian penjualan yang positif, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” ujar Melisa Patricia.

Hingga akhir 2025, CLEO didukung oleh 32 pabrik yang beroperasi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, proses distribusi diperkuat oleh lebih dari 10.000 mitra, sehingga penyaluran produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.

Di sisi inovasi, sepanjang 2025 perusahaan meluncurkan dua produk baru, yakni Cleo 1 Liter Bottled On-the-go sebagai kemasan praktis untuk mobilitas tinggi, serta Cleo Lite 500 ml yang menggunakan struktur botol ultra tipis dan lebih ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan sekaligus upaya menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, perseroan juga terus melakukan ekspansi kapasitas produksi. CLEO menargetkan pabrik baru di Palu mulai beroperasi pada kuartal II 2026, sehingga total pabrik akan bertambah menjadi 33 unit pada semester I tahun ini.

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga menyiapkan dua pabrik tambahan di Pekanbaru dan Pontianak pada semester II 2026 yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan.

“Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan,” tambah Melisa.

Manajemen pun optimistis kinerja pada kuartal I-2026 dapat tumbuh double digit. Optimisme tersebut didorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang secara historis menjadi salah satu pendorong konsumsi AMDK, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Ekspansi pabrik serta penguatan jaringan distribusi diyakini akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan penjualan CLEO pada awal tahun ini.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mudik Lebaran 2026 Lancar, Menteri PU Soroti Perbaikan Keselamatan dan Efisiensi Lalu Lintas

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari kelancaran...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img