Selasa, April 7, 2026

Laba PT Trisula International Tbk (TRIS) Melonjak 33% di 2025, Ekspor Dominasi Penjualan

Must Read

Emiten tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 33% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp110,16 miliar.

Capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan Perseroan, sekaligus menegaskan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri tekstil dan garmen.

Dari sisi top line, TRIS membukukan penjualan sebesar Rp1,73 triliun atau tumbuh 14% YoY. Segmen manufaktur tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp1,41 triliun, naik 17% YoY dan menyumbang sekitar 66% terhadap total penjualan.

Sementara itu, kinerja ekspor menjadi pendorong utama dengan kontribusi sebesar 59% atau sekitar Rp1,02 triliun, meningkat 13% YoY, seiring kuatnya permintaan dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.

“Kami bangga dan bersyukur atas capaian kinerja TRIS di tahun 2025 yang berhasil melampaui target, mencerminkan ketahanan dan kemampuan Perseroan untuk terus tumbuh di industri tekstil dan garmen dalam negeri,” ujar Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan.

Manajemen menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan, antara lain memperkuat penetrasi pasar ekspor dan mendorong diversifikasi produk bernilai tambah.

Perseroan juga mengoptimalkan berbagai perjanjian dagang internasional guna memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan fleksibilitas produksi melalui pengembangan produk berbasis pesanan khusus (customized order).

Di sisi lain, prospek industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang dinilai masih solid serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi katalis positif bagi kinerja Perseroan ke depan. TRIS juga telah mengamankan sejumlah order baru dari pembeli eksisting maupun pelanggan baru, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Singapura.

“Dengan dukungan katalis positif baik dari dalam negeri maupun pasar global, diiringi kemampuan dan strategi yang dimiliki, TRIS optimistis terhadap pertumbuhan kinerja pada tahun ini,” tutup Widjaya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bappenas: Bila Harga Minyak Dunia di Level 100 Dolar AS per Barel Sampai Juni 2026 Hanya Tekan Ekonomi RI Sebesar 0,1 Persen

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memproyeksikan bila harga minyak dunia bertahan pada level 100 dolar AS...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img