Jumat, April 10, 2026

Barantin Amankan Ekspor Udang Beku Rp2,1 Miliar, Jamin Kualitas Produk

Must Read

Memastikan keberterimaan ekspor udang di Amerika Serikat, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) DKI Jakart, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan pemeriksaan fisik terhadap udang mentah (raw shrimp) dan udang tepung (breaded shrimp). Tindakan karantina tersebut untuk menjamin kesehatan dan keamanan mutu pangan dengan nilai mencapai Rp2,1 miliar.

Petugas Karantina DKI Jakarta memeriksa udang beku mentah dan tepung di gudang PT Wirontono Baru, Ancol, Jakarta Utara belum lama ini, yang terbagi dalam 1.340 dus, memastikan terpenuhinya persyaratan teknis, seperti bebas cemaran radioaktif Cesium-137. Selain itu juga harus terpenuhi persyaratan administrasi. Ekspor ini menjadi bukti nyata potensi besar sumber daya perikanan Indonesia di pasar internasional.

“Kami memastikan produk udang asli Indonesia ini bebas dari hama penyakit ikan karantina serta kontaminasi radioaktif melalui lampiran Certificate of Analysis (CoA) dan hasil uji Cesium-137. Melalui pengawasan ketat, Karantina berkomitmen melindungi sumber daya hayati sekaligus memfasilitasi perdagangan yang aman demi kemajuan ekonomi nasional,” ungkap Kepala Karantina DKI Jakarta Amir Hasanuddin dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut Amir jaminan kesehatan dan keamanan mutu adalah prioritas utama dalam setiap proses sertifikasi ekspor. Keberhasilan ekspor ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pentingnya peran karantina dalam melindungi kekayaan alam Indonesia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu melaporkan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan serta produk turunannya. Demi mencegah ancaman hama dan penyakit yang dapat merusak ekosistem, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” terangnya.

Melalui sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, pelindungan terhadap sumber daya alam hayati dapat dilakukan secara optimal untuk keberlanjutan bagi generasi mendatang. “Penyelenggaraan karantina sebagai biosekuriti perlu keterlibatan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” tambah Amir.

Berdasarkan data sertifikasi karantina Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina DKI Jakarta sejak Januari 2026 telah menyertifikasi udang beku sebanyak 5,25 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,06 triliun.

“Frekuensi ekspor udang beku melalui DKI Jakarta sebanyak 471 kali. Adapun top lima negara tujuan ekspor udang beku ini, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan Belgia. Berurutan berdasarkan frekuensi sertifikasi karantinanya,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Dataiku Tunjuk Andrew Boyd Pimpin Wilayah Asia Pasifik dan Jepang, Bidik Monetisasi Investasi AI Korporasi

Dataiku memperkuat ekspansi bisnisnya di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) dengan menunjuk Andrew Boyd sebagai Senior Vice President...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img