Senin, April 13, 2026

Tiga Altcoin yang Bisa Cetak All-Time High Baru di Minggu Kedua April 2026

Must Read

Memasuki minggu kedua April 2026, pasar crypto menunjukkan dinamika yang menarik, terutama di sektor altcoin. Meskipun sebagian besar aset masih jauh dari puncaknya, beberapa token justru mendekati rekor tertinggi baru.

Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor teknikal dan fundamental yang mendorong potensi kenaikan agar tidak melewatkan peluang di momentum ini. Salah satu aplikasi yang menyediakan fitur ini adalah Pintu.

Pintu dikenal sebagai aplikasi all in one yang menyediakan diversifikasi aset dengan mudah. Aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk trading crypto, investasi emas crypto, membeli saham tertokenisasi dari saham teknologi luar negeri hingga ETF perak tertokenisasi.

Dengan fitur yang lengkap maka kamu bisa memanfaatkan sinyal kripto hari ini untuk mengidentifikasi momentum terbaik dalam masuk ke pasar. Kamu bisa melakukan analisa teknikal untuk memprediksi pergerakan harga crypto.

Bahkan kamu bisa melakukan trading spot dan trading futures, sehingga Pintu dikenal sebagai aplikasi trading future crypto Indonesia yang dapat meningkat peluang karena leverage hingga 25 kali. Sementara itu, pasar crypto saat ini masih didominasi oleh volatilitas tinggi.

Kondisi tersebut justru membuka peluang bagi sejumlah altcoin untuk bergerak melawan tren. Beberapa token bahkan hanya berjarak kurang dari 11% dari all-time high (ATH), didukung oleh kombinasi katalis fundamental dan pola teknikal yang kuat.

Berdasarkan analisis terbaru, terdapat tiga altcoin yang berpotensi mencetak ATH baru di minggu kedua April 2026, diantaranya adalah:

  1. Aria.AI (ARIA) – Didukung Tren AI dan Momentum Kuat

Aria.AI (ARIA) menjadi salah satu altcoin dengan performa paling mencolok dalam beberapa minggu terakhir. Token ini saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,607 pada grafik 8 jam, atau sekitar 10,5% di bawah all-time high di US$0,679.

Kenaikan ARIA tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejak 23 Maret, token ini telah melonjak hingga 214%, didorong oleh meningkatnya minat terhadap sektor artificial intelligence (AI) di industri kripto. Bahkan, kapitalisasi pasar sektor AI dilaporkan meningkat sekitar 30% dalam satu bulan hingga mencapai US$19 miliar.

Selain itu, dukungan institusional juga memperkuat sentimen positif. ARIA masuk dalam daftar “Assets Under Consideration” oleh Grayscale untuk kuartal pertama 2026. Hal ini menunjukkan bahwa proyek tersebut mulai dilirik oleh pemain besar di industri.

Dari sisi teknikal, grafik menunjukkan pola bullish flag, di mana lonjakan harga sebelumnya membentuk “pole”, sementara fase konsolidasi saat ini membentuk “flag”. Namun demikian, terdapat sinyal kehati-hatian dari indikator RSI yang menunjukkan bearish divergence. Artinya, meskipun harga naik, momentum mulai melemah.

Jika ARIA mampu menembus level US$0,63, maka breakout akan terkonfirmasi dan membuka peluang menuju ATH baru, bahkan dengan target lanjutan di sekitar US$0,78. Namun, jika harga turun hingga US$0,51 masih tergolong aman, sedangkan penurunan di bawah US$0,29 akan membatalkan pola bullish.

  1. MemeCore (M) – Breakout Kuat dari Pola Inverse Head and Shoulders

MemeCore (M) menjadi salah satu altcoin yang menarik perhatian karena kombinasi katalis fundamental dan teknikal yang solid. Saat ini, token ini diperdagangkan di sekitar US$2,69 dan hanya berjarak sekitar 9,5% dari ATH di US$2,97.

Kenaikan MemeCore sejak awal tahun mencapai sekitar 73%, yang menunjukkan adanya akumulasi kuat dari pasar. Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah hard fork pada 25 Maret, yang berhasil menurunkan biaya gas dari 1.500 gwei menjadi hanya 15 gwei. Penurunan biaya ini secara signifikan meningkatkan efisiensi jaringan.

Dari sisi teknikal, MemeCore telah mengkonfirmasi breakout dari pola “inverse head and shoulders”, yang merupakan sinyal bullish kuat. Pola ini biasanya menunjukkan perubahan tren dari bearish ke bullish.

Jika dihitung dari neckline, pola ini memproyeksikan potensi kenaikan hingga 67%, dengan target di sekitar US$3,42. Angka ini jauh di atas ATH sebelumnya, sehingga membuka peluang terjadinya price discovery.

Namun demikian, resistance terdekat berada di US$2,75. Jika harga mampu menutup di atas level tersebut, maka peluang untuk naik ke US$2,95 hingga menembus ATH di US$2,97 semakin besar. Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$2,33, maka momentum bullish akan melemah.

  1. LEO Token (LEO) – Didukung Mekanisme Burn yang Konsisten

LEO Token (LEO) memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dua altcoin sebelumnya. Token ini merupakan aset utilitas dari ekosistem Bitfinex dan saat ini diperdagangkan di sekitar US$10,12, hanya 0,1% dari ATH di US$10,13.

Kenaikan LEO didorong oleh mekanisme fundamental yang kuat, yaitu program buyback dan burn. Perusahaan induknya, iFinex, secara rutin menggunakan minimal 27% dari pendapatan bulanan untuk membeli kembali dan membakar token LEO dari pasar.

Dengan demikian, pasokan token terus berkurang, sementara permintaan tetap stabil. Selain itu, meningkatnya volume trading akibat kondisi geopolitik global juga mempercepat proses burn, sehingga memperkuat tekanan bullish pada harga.

Secara teknikal, grafik menunjukkan pola inverse head and shoulders yang telah breakout sejak 20 Maret. Pola ini memberikan proyeksi kenaikan hingga 43,91%, dengan target di sekitar US$13,27.

Saat ini, resistance utama berada di US$10,13. Jika harga berhasil menembus level tersebut, maka ATH baru akan tercapai dan membuka peluang kenaikan lanjutan ke US$10,58 hingga US$11,05. Namun, jika harga turun di bawah US$9,91, maka struktur jangka pendek akan melemah.

Faktor yang Mendorong Altcoin Menuju ATH

Ketiga altcoin ini memiliki kesamaan dalam hal dukungan katalis yang kuat. Pertama, adanya momentum sektor seperti AI pada ARIA dan efisiensi jaringan pada MemeCore. Kedua, adanya faktor struktural seperti mekanisme burn pada LEO yang menciptakan permintaan berkelanjutan.

Selain itu, kondisi pasar yang mulai pulih juga memberikan dorongan tambahan. Ketika Bitcoin stabil, altcoin biasanya memiliki ruang lebih besar untuk mengalami kenaikan signifikan.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meskipun peluang terlihat menarik, risiko tetap harus diperhatikan. Volatilitas tinggi dapat menyebabkan koreksi tajam dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan manajemen risiko seperti stop loss dan tidak berinvestasi secara berlebihan.

Selain itu, indikator teknikal seperti divergence pada ARIA menunjukkan bahwa momentum bisa melemah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, trader perlu tetap waspada dan tidak hanya mengandalkan sentimen pasar.

Kesimpulannya, dalam minggu kedua April 2026 menjadi momen penting bagi beberapa altcoin yang menunjukkan potensi kuat untuk mencetak all-time high baru. Aria.AI didorong oleh tren AI, MemeCore oleh efisiensi jaringan dan breakout teknikal, serta LEO oleh mekanisme burn yang konsisten.

Namun demikian, setiap peluang selalu disertai risiko. Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. Dengan strategi yang tepat, altcoin ini dapat menjadi peluang menarik bagi trader maupun investor dalam jangka pendek maupun menengah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Total Nilai Transaksi Capai Rp1.382,1 Triliun, BEI Sebut SPPA 2025 Alami Kenaikan 461,6 Persen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.382,1 triliun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img