PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.382,1 triliun sepanjang 2025, atau melonjak 461,6 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Sistem SPPA untuk transaksi repo surat utang resmi diluncurkan BEI pada 10 Maret 2025 guna meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi di pasar sekunder. SPPA telah beroperasi sejak November 2020 sebagai platform perdagangan surat utang sebelum diperkuat dengan fitur repo.
Dalam tiga bulan pertama sejak peluncuran fitur repo, SPPA telah mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp100,85 triliun.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang mengatakan, transaksi perdagangan dan penghimpunan dana melalui penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di SPPA terus mengalami peningkatan.
“Peningkatan jumlah transaksi ini disebabkan oleh telah terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada10 Maret 2025 di SPPA dengan total nilai transaksi mencapai Rp751,6 triliun,” ujar Kristian dalam Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Selain itu, BEI juga melaporkan nilai transaksi outright atau jual beli surat utang meningkat 196,2 persen (yoy) menjadi Rp630,5 triliun sepanjang tahun 2025. “Sejak diluncurkan pada tahun 2025, transaksi perdagangan aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan EBUS di SPPA terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Kristian.
Seiring capaian tersebut, komposisi pasar inter-dealer menunjukkan porsi transaksi outright sebesar 23 persen dan repo sebesar 28 persen.
Saat ini, SPPA telah mengakomodasi perdagangan surat utang sebanyak 39 pengguna jasa, dengan 14 diantaranya merupakan pengguna repo. Adapun, pengguna SPPA terdiri dari bank umum, bank pembangunan daerah, serta perusahaan sekuritas.
Selain itu, SPPA juga menyediakan berbagai mekanisme transaksi, mulai dari order book hingga bilateral over the counter (OTC), sehingga menjadikannya sebagai platform dengan sistem matching yang lengkap, khususnya untuk instrumen OTC.




