Selasa, Mei 26, 2026

Dana Investasi Global Kembali Mengalir ke Properti Asia Pasifik

Must Read

Arus investasi properti di kawasan Asia Pasifik mulai menunjukkan pemulihan signifikan sepanjang 2026. Nilai investasi real estat di kawasan ini meningkat 15% secara tahunan menjadi US$204 miliar dalam periode 12 bulan hingga Maret 2026, sejalan dengan laju pertumbuhan investasi properti global.

Laporan Global Capital Flows May 2026 dari Colliers mencatat investor global kini kembali aktif memburu aset properti di pasar-pasar utama Asia Pasifik yang dinilai memiliki likuiditas tinggi dan transparansi yang lebih baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik.

Jepang mempertahankan posisinya sebagai pasar investasi properti terbesar di kawasan dengan nilai transaksi mencapai US$50,5 miliar. Australia menyusul dengan transaksi sebesar US$36,7 miliar, diikuti China US$36 miliar, Korea Selatan US$35 miliar, dan Singapura sebesar US$18,7 miliar.

Managing Director of Capital Markets & Investment Services Asia Pacific Theo Novak mengatakan investor kini lebih selektif dalam menempatkan modal dan cenderung memilih pasar dengan fundamental ekonomi yang kuat.

“Asia Pasifik saat ini menjadi kawasan yang lebih resilien dan menarik untuk investasi. Investor global kembali masuk ke pasar yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan tingkat transparansi yang baik,” ujar Novak.

Ia menjelaskan Jepang tetap menarik karena skala pasarnya yang besar, sementara Singapura dinilai unggul dari sisi kekuatan makroekonomi. Adapun Australia masih menjadi favorit investor karena menawarkan peluang pendapatan investasi yang kompetitif.

Laporan tersebut juga menunjukkan Jepang dan Australia terus menjadi magnet utama investasi asing. Investasi lintas negara menyumbang sekitar seperempat dari total transaksi properti di kedua negara tersebut. Sementara itu, China tetap mencatat volume investasi besar meskipun kontribusi modal asing masih relatif kecil atau sekitar 3,4% dari total aktivitas pasar.

Menurut Novak, tren investasi sektor properti di Asia Pasifik juga berkembang berbeda dibandingkan kawasan lain. Sektor perkantoran justru menjadi motor utama investasi dalam dua tahun terakhir, terutama di kota-kota utama kawasan.

“Berbeda dengan Amerika Utara yang didominasi sektor multifamily, sektor office menjadi yang paling menonjol di Asia Pasifik, khususnya di pasar-pasar gateway utama,” katanya.

Ia menambahkan investasi di sektor industri dan ritel juga tetap stabil seiring tingginya permintaan terhadap aset logistik dan strategi ekspansi ritel yang lebih terukur.

Riset Colliers turut mencatat aktivitas penggalangan dana investasi yang berfokus pada Asia Pasifik pada kuartal I-2026 kembali ke level 2024. Hal itu menunjukkan investor mulai kembali percaya diri terhadap prospek kawasan.

“Modal kembali masuk ke Asia Pasifik dengan pendekatan yang lebih disiplin pada 2026. Investor fokus pada pasar yang menawarkan likuiditas, skala, dan transparansi,” ujar Novak.

Ia menilai prospek investasi properti Asia Pasifik masih akan terus menguat seiring membaiknya kondisi penempatan modal dan mulai munculnya peluang harga di sejumlah pasar utama.

“Kami memperkirakan aktivitas investasi lintas negara akan meningkat secara bertahap, didukung kejelasan arah suku bunga dan munculnya peluang valuasi yang lebih menarik di beberapa pasar,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Modus Baru Penipuan NFC Sulit Dideteksi, Dana Korban Rentan Dicuri

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya ancaman serangan berbasis Near Field Communication (NFC) yang menyasar pengguna ponsel...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img