Selasa, Mei 26, 2026

Pembiayaan Hijau Mengalir, PT SMI Danai Proyek PLTS Senilai Rp125 Miliar

Must Read

PT Sarana Multi Infrastruktur kembali memperbesar dukungannya terhadap pembiayaan energi hijau nasional. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut menandatangani fasilitas kredit investasi senilai maksimal Rp125 miliar kepada PT Greenroof Energy Indonesia (GREI) untuk refinancing proyek photovoltaic solar panel (PLTS) yang telah beroperasi di Indonesia.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat pembiayaan berkelanjutan di sektor energi baru terbarukan (EBT). Penandatanganan perjanjian dilakukan pada 22 Mei 2026 oleh Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani dan Direktur PT GREI, Eduardus Pandik di Kantor PT SMI, Jakarta.

GREI merupakan bagian dari CN Green Roof Asia Pte. Ltd., perusahaan joint venture yang didukung Climate Fund Managers melalui Climate Investor One (CI1) dan Norfund. Entitas tersebut berfokus pada investasi dan pengembangan proyek energi surya serta energy storage solution di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

CI1 sendiri dikenal sebagai fasilitas blended finance senilai US$1 miliar yang berfokus pada pengembangan infrastruktur energi terbarukan di negara berkembang. Pendanaan ini memperoleh dukungan dari investor publik dan swasta, termasuk Komisi Uni Eropa melalui program Global Gateway yang mendorong investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Sylvi mengatakan pembiayaan ini menjadi bentuk nyata komitmen PT SMI dalam mendukung agenda transisi energi nasional. “PT SMI terus berkomitmen mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui pembiayaan yang berkelanjutan dan berdampak. Kolaborasi dengan PT GREI diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi surya di sektor komersial dan industri, sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target transisi energi dan pengurangan emisi karbon,” ujar Sylvi.

Di sisi lain, Eduardus menyebut dukungan pembiayaan dari PT SMI akan memperkuat ekspansi proyek energi surya perusahaan di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan energi bersih di sektor industri dan komersial terus meningkat seiring tuntutan efisiensi energi dan penurunan emisi karbon.

“Dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi langkah strategis bagi PT GREI untuk terus memperluas pengembangan PLTS di Indonesia. Kami percaya pemanfaatan energi surya tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi energi dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi hijau yang lebih luas,” ujar Eduardus.

Sebagai penyedia solusi energi surya, GREI menawarkan model pembiayaan tanpa investasi awal dari pelanggan. Perusahaan menanggung seluruh biaya investasi, instalasi, operasional, hingga pemeliharaan PLTS, sehingga pelanggan dapat langsung menikmati efisiensi biaya listrik tanpa harus mengeluarkan modal awal besar.

Secara regional, CN Green Roof Asia menargetkan ekspansi kapasitas proyek energi surya dari 110 megawatt menjadi 500 megawatt dalam lima tahun mendatang di Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu pasar utama dalam pengembangan tersebut seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih di sektor industri.

Melalui kerja sama ini, PT SMI juga mempertegas perannya sebagai Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager yang aktif mendorong pembiayaan proyek hijau dan pembangunan rendah karbon guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Modus Baru Penipuan NFC Sulit Dideteksi, Dana Korban Rentan Dicuri

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya ancaman serangan berbasis Near Field Communication (NFC) yang menyasar pengguna ponsel...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img