Senin, Juni 15, 2026

Film Lobang Buaya Karya Hanung Bramantyo Masuk Program B Extreme BIFAN 2026

Must Read

Prestasi internasional kembali diukir oleh dunia perfilman Indonesia. Film terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo yang menggunakan judul internasional “The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy’, dan dengan judul Indonesia “Lobang Buaya” (sebelumnya dikenal dengan judul Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah), resmi terpilih masuk dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

Sebelum menembus pasar Korea Selatan, film ini telah lebih dulu mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, salah satu festival film paling bergengsi di Eropa.

Kini di BIFAN 2026, yang merupakan festival film genre (horor, fantasi, thriller) terbesar di Asia, “The Hole” berhasil masuk dalam kategori bergengsi B Extreme. Kategori ini merupakan program khusus yang mengurasi film-film dengan visi paling berani, intens, penuh darah, ketegangan, serta imajinasi tanpa batas.

Karya kolaborasi antara Adhya Pictures dan Dapur Film ini mencuri perhatian tim kurator internasional. Martin Lee, selaku Programmer BIFAN, memberikan pujian mendalam terhadap arahan Hanung Bramantyo dalam film ini.

“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah, meninggalkan kesan emosional yang kuat bahkan setelah film selesai,” ujar Martin Lee.

Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya membawa isu sejarah Indonesia ke layar genre internasional. “Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.

“Lewat The Hole, kami mencoba menjahit luka sejarah masa lalu dengan balutan mistisisme yang dekat dengan masyarakat kita. Setelah sambutan hangat di Rotterdam, bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan,” lanjut Hanung Bramantyo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lonjakan Harga BBM Non-Subsidi Jadi Pukulan Tambahan bagi Masyarakat

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax sebesar 32 persen dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026 memicu...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img