Rabu, Juli 1, 2026

Alibaba Cloud Dinobatkan sebagai Leader dalam Omdia Market Radar: Agentic AI Cloud Titans in Asia & Oceania 2026

Must Read

Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group, dinobatkan sebagai Leader dalam laporan terbaru “Omdia Market Radar: Agentic AI Cloud Titans in Asia & Oceania, 2026.” Dalam laporan tersebut, Alibaba Cloud meraih peringkat tertinggi pada enam dari sembilan aspek penilaian, yaitu Agent InfrastructureModel Services & Development ToolsAgent Development SuiteNative Agent SupportSecurity for Agentic AI, dan Open-Source Model.

Laporan Omdia secara sistematis menilai kapabilitas teknis, penetrasi pasar, dan posisi strategis para penyedia layanan cloud terkemuka di seluruh agentic AI cloud stack. Dalam laporan ini, agentic AI cloud dikategorikan atas tiga lapisan, yaitu Agentic AI InfrastructureMaaS (Model-as-a-Service) & Development Environments, dan Agentic AI SaaS (AI Applications).

Menurut laporan tersebut, Alibaba Cloud tampil sebagai penyedia layanan AI full-stack dengan kapabilitas terlengkap di setiap lapisan utama dalam ekosistem AI tersebut. Ekosistem komprehensif tersebut mencakup chip AI proprietary, jaringan berperforma tinggi, Lingjun AI compute cluster, platform machine learning PAI, Model Studio, AgentScope, AgentRun, AgentBay, ACS Agent Sandbox, dan Function Compute.

“Diakui sebagai Leader dari Omdia menegaskan komitmen kami dalam memimpin babak baru dari perkembangan kecerdasan buatan,” ujar Dr. Feifei Li, Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud Intelligence. “Sebagai penyedia cloud terkemuka yang mempercayakan seluruh platformnya pada paradigma Agent, kami tidak lagi sekadar membangun alat, tetapi juga membentuk kembali ekosistem cloud. Melalui infrastruktur full-stack agentic yang lengkap, aman, dan native, kami memberdayakan enterprise dan developer di seluruh dunia untuk menghadirkan agen cerdas secara lebih mulus, serta menciptakan dampak bisnis yang nyata.”

Peluang Pasar Besar di Asia & Oseania

Berdasarkan proyeksi pendapatan perangkat lunak AI dari Omdia, pasar agentic AI di Asia dan Oseania diperkirakan akan bertumbuh pesat, dari USD 782 juta pada tahun 2025 menjadi USD 11,2 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) mencapai 94%.

Laporan ini juga menyoroti sejumlah faktor utama pendorong pertumbuhan pasar agentic AI. Teknologi informasi (TI), layanan keuangan, dan ritel menjadi tiga sektor pemimpin adopsi agentic AI di kalangan enterprise. Di luar implementasi berskala besar di kalangan enterprise, meningkatnya penggunaan alat open-source seperti OpenClaw dan berbagai variannya turut memantik lonjakan penerapan agen AI untuk kebutuhan personal.

Kekuatan Full-Stack Agentic AI.

Sebagai penyedia layanan AI full-stack, Alibaba Cloud berada di posisi yang unik untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat pasar agentic AI. Kapabilitas AI+Cloud milik Alibaba Cloud memadukan fondasi teknologi yang kuat dengan kebutuhan implementasi enterprise, mencakup model Qwen open-source dan komersial yang telah dikenal luas, infrastruktur cloud kelas dunia, layanan model canggih, serta alat pengembangan yang dioptimalkan untuk generasi agen AI berikutnya.

Belum lama ini, Alibaba mengumumkan serangkaian pembaruan pada kapabilitas full AI stack miliknya. Pada bulan Mei, Alibaba secara resmi memperkenalkan Qwen3.7-Max, large language model (LLM) terbaru yang dirancang untuk mendukung pendekatan agentic coding tingkat lanjut, penalaran (reasoning) yang kompleks, serta eksekusi tugas jangka panjang.

Model ini menghadirkan kemampuan agen yang istimewa di berbagai domain. Sebagai coding assistant tingkat lanjut, Qwen3.7-Max mendukung berbagai tugas pemrograman, mulai dari pengembangan prototipe frontend hingga rekayasa perangkat lunak multi-file yang kompleks. Untuk meningkatkan produktivitas kerja perkantoran, Qwen3.7-Max juga mampu mengatur alur kerja multi-agen secara andal untuk menangani kebutuhan operasional yang semakin canggih dan rumit.

Selain itu, Alibaba Cloud juga telah memperbarui infrastrukturnya untuk menjawab tingginya kebutuhan komputasi dan beban kerja AI di era agentic AI. Melalui Panjiu AL128 Supernode Server, Alibaba Cloud mendukung inferensi agen yang lebih skalabel serta pelatihan model berskala besar. Pembaruan ini menjadi upaya optimasi berkelanjutan dari Alibaba pada platform layanan model dengan terus meningkatkan kualitas dan performa modelnya.

Untuk mempermudah akses dan penerapan model AI, Alibaba Cloud memperkenalkan Qwen Cloud, platform cloud AI-native baru yang dirancang untuk bisnis dan agen AI agar dapat menggunakan layanan model dengan lebih mulus. Dengan platform ini, developer, enterprise, dan prosumer dapat mengembangkan aplikasi serta agen berbasis AI secara lebih mudah dan efisien.

Untuk memungkinkan agen AI dapat terhubung dengan sumber daya cloud secara lebih mulus, Alibaba Cloud meluncurkan portal Skills baru yang mengubah kapabilitas umum dari lebih dari 60 produk cloud ke format berbasis Skill dan kompatibel dengan MCP. Dengan pendekatan ini, agen AI dapat memanfaatkan sumber daya cloud secara natural, layaknya meminta instruksi fungsi. Sejumlah produk inti Alibaba Cloud, termasuk database, big data, operasional dan pemeliharaan (O&M), serta keamanan, juga telah dilengkapi dengan agen khusus di tingkat produk untuk membantu enterprise mengelola lingkungan cloud yang kompleks secara lebih efisien

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Microsoft: 33% Pekerja Indonesia Berada di Garis Depan Pemanfaatan AI

Microsoft membagikan temuan terbaru dari laporan Work Trend Index 2026 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img