Peluang ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Kanada kian terbuka lebar. Di tengah lonjakan permintaan pasar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersama Kementerian Perdagangan berhasil mengantarkan tujuh usaha kecil dan menengah (UKM) menembus pasar Kanada dengan kontrak ekspor senilai US$190.000 atau sekitar Rp3,4 miliar.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari Program Perluasan Akses Pasar yang dijalankan Indonesia Eximbank bersama Kementerian Perdagangan dan Atase Perdagangan KBRI Ottawa. Tujuh UKM yang memperoleh kontrak ekspor meliputi PT Kultiva, CV Menara Desa, PT Wins Organic, PT Anak Garuda Sejahtera, PT Indo Tropikal, CV Dua Sholeha, dan PT Azaki International.
Hingga pertengahan Juni 2026, enam UKM telah merealisasikan pengiriman produk senilai US$170.000. Sementara itu, pengiriman produk PT Azaki International senilai US$20.000 dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Produk yang berhasil menembus pasar Kanada antara lain olahan tempe siap saji, gula kelapa dan gula aren, permen jahe, bawang goreng, serta keripik buah. Capaian tersebut memperlihatkan semakin besarnya peluang produk pangan olahan Indonesia bersaing di pasar ekspor bernilai tambah.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank Maria Sidabutar mengatakan program Export Market Access tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga mempersiapkan UKM agar memenuhi seluruh persyaratan ekspor mulai dari kualitas produk hingga strategi penetrasi pasar.
“Indonesia Eximbank melalui Export Market Access Program hadir memberikan pendampingan end-to-end kepada UKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas dan kemasan, pemenuhan standar ekspor, business matching, hingga fasilitasi perluasan akses pasar internasional. Pelepasan ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa UKM Indonesia mampu menembus pasar global ketika didukung dengan ekosistem yang tepat,” ujar Maria.
Menurut Maria, program tersebut menjadi instrumen strategis untuk menciptakan eksportir baru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi UKM terhadap pertumbuhan ekspor nasional.
Prospek pasar Kanada juga dinilai semakin menjanjikan. Atase Perdagangan KBRI Ottawa Mahdewi Silky mengatakan konsumen Kanada menunjukkan minat tinggi terhadap produk pangan sehat, produk organik, serta produk berbahan baku buah tropis asal Indonesia. Produk seperti banana chips, olahan mangga, hingga bahan baku mangga dinilai memiliki potensi permintaan yang terus meningkat.
Optimisme tersebut tercermin dari nilai ekspor makanan olahan Indonesia ke Kanada pada kelompok HS 16–21 yang melonjak dari US$56,35 juta pada 2023 menjadi US$116,56 juta pada 2025 atau tumbuh 106,85% dalam dua tahun terakhir.
“Peningkatan ekspor produk makanan olahan Indonesia ke Kanada dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa peluang pasar Kanada bagi produk bernilai tambah Indonesia masih sangat besar. KBRI Ottawa akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perdagangan, Indonesia Eximbank, dan para pelaku usaha untuk memperluas promosi produk Indonesia serta membuka lebih banyak peluang kerja sama dagang di pasar Kanada,” kata Mahdewi.
Untuk menjaga momentum tersebut, Indonesia Eximbank kembali menggelar perluasan akses pasar tahap kedua pada Mei 2026 dengan melibatkan 12 UKM yang telah lolos kurasi. Sampel berbagai produk, mulai dari biskuit, rempah-rempah, camilan bebas gluten, minuman siap saji hingga permen, telah dikirim kepada calon pembeli di Kanada sebagai bagian dari proses penjajakan kerja sama dagang.




