Pemerintah terus memperluas pembangunan infrastruktur jalan daerah sebagai upaya memperkuat konektivitas nasional dan meningkatkan efisiensi logistik. Melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menangani 2.227 kilometer jalan dan 2.917 meter jembatan sepanjang 2024 hingga 2025 di seluruh provinsi Indonesia.
Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, program ini juga mempermudah distribusi hasil pertanian, menekan biaya angkut, serta memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat layanan publik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Program Inpres Jalan Daerah dirancang untuk memperkuat rantai pasok nasional melalui pembangunan ruas-ruas strategis yang menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi.
“Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir, sekaligus menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, pembangunan difokuskan pada ruas jalan milik pemerintah daerah yang menjadi penghubung kawasan produksi, pasar, jalan nasional, permukiman, pusat pelayanan publik, hingga destinasi pariwisata sehingga mampu menciptakan konektivitas yang lebih merata.
Pada tahun anggaran 2024, pemerintah mengalokasikan Rp2,65 triliun untuk pembangunan 304 kilometer jalan dan 2.201 meter jembatan yang tersebar di 96 pemerintah daerah. Sementara itu, pada periode 2025–2026, anggaran meningkat menjadi Rp10,7 triliun untuk menangani 1.923 kilometer jalan dan 716 meter jembatan di 354 pemerintah daerah.
Dari total program tersebut, hingga kini telah diresmikan pembangunan 1.151 kilometer jalan dan 235 meter jembatan senilai Rp5,4 triliun di 37 provinsi. Adapun proyek kontrak tahun jamak yang masih berlangsung hingga 2026 mencakup pembangunan 772 kilometer jalan dan 481 meter jembatan dengan nilai Rp5 triliun.
Salah satu proyek yang telah memberikan manfaat berada di Jalan Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Rekonstruksi jalan sepanjang 1,18 kilometer dengan anggaran Rp2,7 miliar berhasil meningkatkan kualitas akses yang menghubungkan Barito Kuala dengan Kota Banjarmasin.
Untuk mempercepat pemerataan konektivitas, Kementerian PU juga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp12 triliun. Tambahan pendanaan tersebut diharapkan memperluas jangkauan Program Inpres Jalan Daerah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui distribusi logistik yang lebih efisien dan konektivitas antarkawasan yang semakin baik.




