Senin, Juli 6, 2026

Jakarta Dessert Week Angkat Tema Dangdut, Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi Kuliner

Must Read

Penyelenggaraan Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 mengusung tema “Dangdut” sebagai strategi memperkuat kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif sekaligus mendorong industri kuliner menjadi bagian dari penguatan citra budaya Indonesia. Festival dessert yang akan berlangsung pada 24 Agustus hingga 13 September 2026 itu ingin menjadikan musik dangdut sebagai inspirasi lahirnya inovasi produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi sekaligus identitas budaya.

Penyelenggara menilai dangdut tidak hanya merepresentasikan genre musik, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang inklusif, dinamis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui tema tersebut, para pastry chef, baker, restoran, hotel, hingga pelaku industri kreatif didorong menerjemahkan semangat dangdut ke dalam kreasi dessert, pastry, minuman, hingga konsep pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Dangdut bukan sekadar musik. Dangdut adalah simbol budaya populer Indonesia yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, melampaui batas generasi, kelas sosial, maupun latar belakang. Sama seperti dessert, dangdut menghadirkan kebahagiaan, membangun kebersamaan, dan menjadi bahasa universal yang dapat dinikmati semua orang,” ujar penyelenggara dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

Jakarta Dessert Week memandang kuliner sebagai pintu masuk untuk memperkuat sinergi berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari musik, desain, seni rupa, fotografi, ilustrasi, film, fesyen, arsitektur hingga storytelling. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman budaya yang lebih kaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif.

Menurut penyelenggara, inspirasi dalam dunia kuliner tidak hanya berasal dari bahan makanan, tetapi juga dapat lahir dari seni, musik, budaya, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, tema dangdut dipilih sebagai medium untuk mengeksplorasi budaya populer Indonesia dalam bentuk dessert, visual merchandising, kemasan, maupun tata ruang festival.

Selain menjadi ajang promosi industri pastry dan dessert, JDW juga ingin memperkuat posisi kuliner sebagai instrumen soft power Indonesia. Penyelenggara menilai makanan kini telah berkembang menjadi media diplomasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan identitas, kreativitas, dan karakter suatu bangsa kepada dunia.

“Soft power dibangun melalui pengalaman budaya yang autentik. Ketika kuliner berkolaborasi dengan musik, desain, seni, dan kreativitas, lahirlah narasi baru tentang Indonesia yang tidak hanya dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian dunia,” tulis penyelenggara.

Jakarta Dessert Week merupakan bagian dari GADO GADO Cultural Network, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi bersama KADIN Indonesia dan berbagai platform budaya nasional untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Festival ini berada dalam jejaring yang juga melibatkan Brightspot Market, IdeaFest, Jakarta Fashion Week, ICAD, ADGI Design Week, CAKRA, hingga Dewan Kuliner Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JDW kembali menghadirkan empat program utama, yakni Industry and Media Gathering sebagai pembukaan festival, City Takeover yang melibatkan puluhan restoran, hotel, bakery dan dessert café di Jakarta, Dessert Markt yang menjadi ruang bertemunya artisan dessert dan UMKM, serta Golden Swirl Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku industri pastry dan dessert.

Sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara, Jakarta Dessert Week berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda kuliner berskala kota, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi lintas sektor.

“Dangdut adalah simbol keberanian untuk merayakan budaya sendiri. Sebuah ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, sekaligus menunjukkan bahwa budaya populer Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi yang relevan bagi industri kreatif masa kini,” tutup penyelenggara.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lazada Klaim Penjualan TV Samsung Melonjak Tiga Digit saat Kampanye 6.6

Persaingan di industri e-commerce tak lagi sekadar soal menjadi kanal penjualan bagi merek. Di tengah perlambatan daya beli dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img