Persaingan di industri e-commerce tak lagi sekadar soal menjadi kanal penjualan bagi merek. Di tengah perlambatan daya beli dan dinamika ekonomi, platform digital kini semakin berperan sebagai mitra strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan memperluas pangsa pasar brand.
Hal itu tercermin dari kolaborasi lebih dari satu dekade antara Lazada Indonesia dan Samsung Indonesia. Melalui ekosistem LazMall, kedua perusahaan mengklaim mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan selama kampanye Lazada 6.6 Super WOW Sale. Kategori TV dan video Samsung bahkan membukukan lonjakan penjualan hingga tiga digit dibandingkan hari normal.
Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengatakan tantangan utama pelaku usaha saat ini bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memastikan bisnis tetap berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang berubah cepat.
“Di tengah dinamika pasar saat ini, tantangan terbesar sebuah brand adalah menjaga keberlanjutan bisnisnya. Di sinilah Lazada hadir. Kolaborasi kami dengan Samsung menunjukkan bagaimana ekosistem Lazada dirancang untuk melindungi dan menumbuhkan bisnis mitra kami. Melalui dukungan operasional end-to-end, subsidi yang tepat sasaran, hingga fasilitas Cicilan 0% yang menjaga daya beli konsumen, Lazada memastikan brand dapat terus mempertahankan eksistensinya di pasar dan mencetak pertumbuhan yang sehat,” ujar Erika dalam keterangan resmi, Senin (6/7).
Saat ini, toko resmi Samsung di LazMall mengelola delapan kategori produk, mulai dari smartphone, tablet, perangkat wearable, televisi, soundbar, hingga peralatan rumah tangga.
Selama kampanye 6.6, penjualan televisi menjadi salah satu kontributor terbesar. Perseroan menilai tingginya minat masyarakat menyambut pesta sepak bola dunia mendorong permintaan terhadap televisi layar besar. Samsung memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan Smart TV 43 inci FHD 2K yang dipasarkan secara eksklusif di Lazada.
Selain televisi, kategori smartphone juga mencatat pertumbuhan seiring meningkatnya minat konsumen memperbarui perangkat pada momentum belanja pertengahan tahun.
Keberhasilan kampanye tersebut juga ditopang layanan Lazada End-to-End Service yang mencakup perencanaan bersama, pengelolaan inventori, optimalisasi Seller Center, hingga pengaturan promosi harian untuk menjaga ketersediaan produk selama periode puncak transaksi.
Director of Online Business Samsung Indonesia, Selvia Gofar, menilai ekosistem digital yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan pasar.
“Inovasi produk saja tidak cukup; keberlanjutan bisnis membutuhkan ekosistem digital commerce yang tangguh. Kemitraan jangka panjang dengan Lazada memberikan fondasi operasional dan finansial yang penting bagi Samsung untuk memperluas akses teknologi kami ke seluruh konsumen,” kata Selvia.
Untuk menopang daya beli selama kampanye berlangsung, Lazada juga mengandalkan sejumlah strategi, mulai dari fasilitas cicilan 0% yang diklaim mencatatkan jumlah pengguna dua kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, program diskon dan subsidi, peluncuran produk eksklusif, hingga perluasan jangkauan pemasaran melalui program Lazada Affiliates.
Erika menambahkan, keberhasilan kolaborasi dengan Samsung memperkuat strategi LazMall dalam mendukung pertumbuhan merek melalui layanan ritel digital yang terintegrasi.
“Keberhasilan kolaborasi bersama Samsung memperkuat komitmen kami di LazMall untuk terus mendukung pertumbuhan brand melalui layanan ritel yang terintegrasi. Ke depan, kami ingin terus menghadirkan pengalaman belanja yang aman, terpercaya, dan relevan bagi konsumen sekaligus membantu brand berkembang secara berkelanjutan di ekosistem digital Indonesia,” tutupnya.




