Kamis, Juli 16, 2026

Akuisisi dan Buyback Jadi Motor Strategi Trisula International Perkuat Pertumbuhan

Must Read

PT Trisula International Tbk (TRIS) menggabungkan strategi penguatan pasar modal dan ekspansi bisnis melalui dua aksi korporasi pada tahun ini. Emiten tekstil dan garmen tersebut mengalokasikan dana hingga Rp15 miliar untuk program pembelian kembali (buyback) saham sekaligus mengakuisisi 75% saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Perseroan menilai kedua langkah tersebut akan memperkuat posisi bisnis sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Program buyback dijadwalkan berlangsung mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026 dengan target pembelian maksimal 94 juta saham atau sekitar 3% dari modal ditempatkan dan disetor. Dana yang disiapkan telah mencakup seluruh biaya pelaksanaan transaksi.

Manajemen TRIS memperkirakan buyback tidak akan memengaruhi kinerja operasional maupun profitabilitas perusahaan. Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan tetap berada di level Rp17,23 miliar. Berkurangnya jumlah saham beredar justru diproyeksikan meningkatkan laba per saham (EPS) dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.

Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan keputusan buyback didasarkan pada keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan yang tetap solid.

“Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi yang telah kami jalankan. Hal ini tercermin dari kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan penjualan double digit, didominasi oleh pasar ekspor yang tumbuh 17% secara tahunan di tengah berbagai dinamika global,” ujar Widjaya.

Di sisi lain, akuisisi PT Lifestyle Pratama dilakukan melalui mekanisme kompensasi pemotongan piutang (set off) dari PT Inti Nusa Damai yang merupakan entitas afiliasi TRIS. Nilai transaksi tersebut setara 2,38% dari ekuitas Perseroan sehingga tidak masuk kategori transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan RUPS.

Manajemen menyebut akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas lini usaha sekaligus memperkuat sinergi bisnis di dalam grup. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri tekstil dan garmen.

“Kami berharap untuk memperkuat strategi jangka panjang Perseroan melalui aksi korporasi buyback dan akuisisi ini. Selain memperkuat kinerja, kami juga percaya bahwa posisi TRIS di tanah air juga akan menjadi semakin kokoh,” kata Widjaya.

Langkah ekspansi tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang terus bertumbuh. Pada kuartal I-2026, TRIS membukukan penjualan Rp455,33 miliar, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp402,34 miliar. Pertumbuhan itu terutama berasal dari pasar ekspor yang naik 17% secara tahunan menjadi Rp276,24 miliar, menegaskan bahwa pasar internasional masih menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ekspansi ke Batam, DFSK Perkuat Jaringan Penjualan dan Siapkan Debut E5 Plus

PT Sokonindo Automobile terus memperluas jaringan distribusinya dengan meresmikan dealer DFSK terbaru di One Batam Mall, Kepulauan Riau. Ekspansi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img