Proyek gas raksasa North Hub Development Project resmi memasuki tahap konstruksi dengan dimulainya pemotongan baja pertama (first steel cut) untuk pembangunan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Langkah ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas utama proyek senilai US$11,8 miliar yang ditargetkan mulai menghasilkan gas pada akhir 2028.
Seremoni pemotongan baja pertama yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026) menjadi awal proses fabrikasi struktur utama FPSO yang akan mengolah produksi gas dari Lapangan Geng North dan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyek tersebut menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia. Dari total investasi US$11,8 miliar, sekitar US$2,9 miliar dialokasikan untuk pembangunan FPSO sebagai fasilitas produksi utama.
“Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti nyata bahwa iklim bisnis Indonesia masih sangat menarik bagi investor dan tetap dipercaya oleh dunia internasional. Keberhasilan industri fabrikasi dalam negeri dalam menjawab tantangan proyek berskala besar ini membuktikan bahwa teknologi tinggi kini mampu diimplementasikan di dalam negeri,” ujar Djoko.
North Hub merupakan proyek pengembangan terintegrasi yang menghubungkan 16 sumur bawah laut menuju FPSO Bahtera Haluan Lestari. Setelah diproses di fasilitas tersebut, gas akan dialirkan ke Terminal Santan melalui pipa ekspor berdiameter 32 inci.
Proyek ini berkembang relatif cepat sejak penemuan gas di sumur eksplorasi Geng North-1. Persetujuan Plan of Development (POD) I Kutei North Hub diperoleh pada Agustus 2024, disusul penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) pada Januari 2025. Proyek kemudian mencapai Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026 sebelum memasuki tahap konstruksi empat bulan kemudian.
Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi mengatakan dimulainya fabrikasi FPSO menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan proyek sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat investasi di Indonesia.
“Kami di Searah bangga menjadi bagian dari perjalanan energi Indonesia. Pencapaian hari ini merupakan wujud kepercayaan kami yang berkelanjutan terhadap sektor energi Indonesia, sekaligus komitmen jangka panjang kami untuk terus berinvestasi, bertumbuh, dan menciptakan nilai di negara ini,” kata Mirko.
Menurutnya, seluruh pihak kini berfokus menjaga eksekusi proyek agar target produksi perdana dapat tercapai sesuai jadwal pada 2028.
“Kami menargetkan produksi perdana pada 2028. Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu kurang dari tiga tahun setelah Keputusan Investasi Final (Final Investment Decision/FID), yang mencerminkan komitmen kuat, kolaborasi, dan keunggulan eksekusi dari seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Masuknya North Hub ke tahap konstruksi menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor hulu migas nasional. Selain memperkuat pasokan gas domestik, proyek ini juga diharapkan memberi dampak berganda bagi industri fabrikasi dalam negeri melalui keterlibatan perusahaan nasional dalam pembangunan fasilitas berteknologi tinggi.




