PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) semakin mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) sebagai fondasi pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri properti. Hingga semester I 2026, kontribusi recurring income perseroan telah mencapai 71% terhadap total pendapatan, didorong oleh kinerja segmen komersial yang terus menguat.
Pengembang dan pengelola proyek mixed-use tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp858,14 miliar pada enam bulan pertama 2026. Sejalan dengan itu, laba bersih yang diraih mencapai Rp141,98 miliar, sementara EBITDA meningkat 11% secara tahunan menjadi Rp265,12 miliar.
Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Financial Officer Paradise Indonesia, Surina, mengatakan peningkatan kontribusi pendapatan berulang menjadi salah satu fokus utama perusahaan untuk menjaga stabilitas kinerja jangka panjang.
“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70% sepanjang 2026,” ujar Surina dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).
Menurut dia, pertumbuhan recurring income didukung oleh peningkatan performa segmen komersial yang naik 23% secara tahunan. Kontribusi tersebut berasal dari mulai beroperasinya perluasan 23 Paskal Shopping Center sejak kuartal III 2025 yang memperkuat pendapatan berulang perseroan.
Surina menambahkan, kinerja positif pada semester pertama juga mencerminkan kontribusi proyek-proyek baru yang mulai menghasilkan pendapatan.
“Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif. Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada,” katanya.
Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% hingga 10% sepanjang 2026. Target tersebut akan didorong oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center serta optimalisasi portofolio aset yang telah dimiliki.
Selain mengembangkan proyek baru, Paradise Indonesia juga terus menjalankan strategi revitalisasi aset guna meningkatkan nilai tambah properti yang telah beroperasi. Perseroan menilai kombinasi antara ekspansi, efisiensi operasional, dan diversifikasi portofolio mixed-use menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat profitabilitas di tengah perubahan kondisi pasar properti.




