Moneter.co.id – Semua orangtua di dunia menginginkan anak-anak mereka hidup lebih baik di tempat mereka dibesarkan. Namun, pertumbuhan ekonomi yang melambat di dunia saat ini, membuat orang di seluruh dunia kurang yakin kondisi ekonomi ke depan akan lebih baik untuk kehidupan generasi berikutnya.
Dikutip dari Business Insider, Kamis (16/3), Brunswick, perusahaan konsultan internasional, kembali merilis survei global terbarunya, dengan responden lebih dari 40 ribu orang dari 26 negara. Survei tersebut mencakup generasi, geografi, dan mengukur sentimen global pada array (inti) topik seperti globalisasi dan otomatisasi.
Kemudian, dalam rangka mengukur optimisme suatu negara tentang masa depan mereka, survei meminta responden menjawab beberapa pertanyaan seperti, Pertama, ketika anak-anak hari ini di negara Anda se-usia dengan Anda saat ini, bagaimana mereka membiayai keuangan mereka dibandingkan dengan Anda sekarang ini? Kedua, apakah Anda mengatakan baik, buruk, atau hampir sama?
Berdasarkan studi ini ditemukan bahwa pasar negara berkembang 40 persen lebih optimistis tentang masa depan anak-anak mereka, atau jauh lebih optimistis dibanding negara-negara maju yang hanya sembilan persen yang yakin tentang masa depan anak-anak mereka. Berikut, adalah 10 negara yang di survei optimis tentang masa depan:
1. China – 74 persen
2. India – 73 persen
3. Uni Emirat Arab – 63 persen
4. Indonesia – 60 persen
5. Thailand – 41 persen
6. Brasil – 34 persen
7. Hong Kong – 32 persen
8. Singapura – 24 persen
9. Finlandia – 22 persen
10. Denmark – 20 persen.
(HAP)




