PT Pegadaian kembali mencatatkan pencapaian strategis di pasar keuangan internasional setelah meraih penghargaan bergengsi dalam ajang The Asset Triple A Sustainable Finance Award 2026. Pengakuan ini mempertegas posisi emiten pembiayaan non-bank tersebut sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan di kawasan.
Dalam ajang yang digelar di Hotel Four Seasons, Hong Kong, Selasa (31/03), Pegadaian dinobatkan sebagai pemenang kategori Best Social Bond/Sukuk – Non Bank Financial Institution (NBFI). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan perusahaan menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 serta Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan Tahap III Tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,49 triliun.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi pasar, terutama di tengah meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Keberhasilan Pegadaian dinilai tidak hanya mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan dalam mengakses pasar modal, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan agenda keuangan berkelanjutan ke dalam strategi pendanaan jangka panjang.
Penghargaan dari The Asset diberikan setelah melalui penilaian mendalam oleh tim juri independen yang menyoroti aspek inovasi instrumen, kekuatan peringkat kredit, serta keberhasilan eksekusi penerbitan di pasar modal. Instrumen social bond dan sukuk yang diterbitkan dinilai memberikan dampak sosial yang nyata, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Pegadaian sebagai motor penggerak inklusi keuangan nasional. Dana yang dihimpun melalui instrumen sosial tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan masyarakat, khususnya sektor usaha mikro dan segmen ekonomi akar rumput yang selama ini menjadi basis bisnis utama perseroan.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas strategi perusahaan yang menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjalankan amanah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi nasional melalui instrumen keuangan yang inovatif. Kami akan terus memastikan bahwa setiap langkah transformasi digital dan finansial yang kami lakukan agar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, selaras dengan semangat kami untuk terus MengEMASkan Indonesia,” ujar Ferdian.
Di sisi lain, keberhasilan penerbitan obligasi sosial dan sukuk ini juga ditopang sinergi kuat dengan para mitra strategis di pasar modal. Dalam proses emisi, Pegadaian menggandeng sejumlah Joint Lead Underwriters (JLU), antara lain PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas.
Dari perspektif bisnis, penghargaan internasional ini berpotensi memperkuat sentimen positif investor terhadap prospek pendanaan Pegadaian ke depan. Di tengah tren global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, keberhasilan tersebut membuka ruang lebih besar bagi perusahaan untuk mengakses sumber dana dengan biaya yang lebih kompetitif sekaligus memperluas basis investor institusi.
Pencapaian ini juga mempertegas posisi Pegadaian sebagai benchmark penerapan ESG di industri keuangan non-bank, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara. Dengan rekam jejak ini, perseroan optimistis mampu menjaga kepercayaan investor dan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam menopang pertumbuhan ekonomi rakyat.




