PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT Sarana Multi Infrastruktur kembali memperkuat pembiayaan pembangunan daerah melalui penyaluran dana senilai Rp99,86 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Tebo. Pembiayaan tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan penguatan fasilitas kesehatan guna mendorong konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di daerah.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan dilakukan pada 25 Mei 2026 di Jakarta oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa bersama Bupati Tebo, Agus Rubiyanto. Penandatanganan turut disaksikan oleh Pimpinan Bank Jambi Cabang Tebo, Himex Edison Vain.
Dari total pembiayaan tersebut, sebesar Rp46 miliar dialokasikan untuk pembangunan dua ruas jalan di Kabupaten Tebo. Sementara Rp53,86 miliar digunakan untuk pengembangan fasilitas kesehatan, meliputi pembangunan gedung rawat inap, pengadaan alat kesehatan, serta penyediaan prasarana di RSUD Sultan Thaha Saifuddin Muara Tebo.
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, mengatakan dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur jalan dan penguatan layanan kesehatan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Melalui pembiayaan ini, PT SMI berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, distribusi hasil perkebunan dan perdagangan menjadi lebih efisien, serta akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dapat semakin meningkat,” ujar Faaris.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto menyebut pembiayaan tersebut menjadi langkah strategis bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pembiayaan ini menjadi langkah strategis bagi Kabupaten Tebo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada sektor kesehatan. Kami berharap pembangunan jalan dan pengembangan RSUD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” kata Agus.
Secara ekonomi, pembangunan dua ruas jalan tersebut diproyeksikan meningkatkan konektivitas wilayah dan efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor perkebunan dan perdagangan yang menjadi penopang utama ekonomi Kabupaten Tebo. Infrastruktur jalan yang lebih baik juga dinilai mampu menekan biaya logistik dan waktu tempuh, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.
Di sisi lain, pengembangan RSUD Sultan Thaha Saifuddin Muara Tebo diharapkan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan melalui tambahan fasilitas rawat inap dan peralatan medis yang lebih memadai. Proyek ini diproyeksikan mampu menopang pertumbuhan kunjungan rawat jalan sebesar 4% per tahun hingga 2037 dengan market share layanan kesehatan mencapai 96% dari total penduduk sakit di wilayah layanan.
Langkah pembiayaan tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam pengembangan infrastruktur, pemerataan pembangunan daerah, dan penguatan layanan publik.
Secara makro, struktur ekonomi Kabupaten Tebo masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 53,60%, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 11,60%. Kondisi itu menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur dan layanan kesehatan dalam menjaga aktivitas ekonomi berbasis agraris di wilayah tersebut.
Berdasarkan kajian kelayakan proyek, pembangunan jalan dan pengembangan layanan kesehatan di Kabupaten Tebo menghasilkan nilai ekonomi yang positif dengan Net Present Value (NPV) sekitar Rp162,43 miliar dan Internal Rate of Return (IRR) sekitar 36,14%, jauh di atas tingkat diskonto yang digunakan dalam analisis.
Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI tercatat mencapai Rp37,44 triliun dengan outstanding sebesar Rp15,25 triliun. Perseroan menyatakan akan terus memperluas pembiayaan pembangunan guna mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di berbagai daerah.




