Jumat, Agustus 28, 2026

Harga Rumah Makin Tinggi, Gen Z dan Milenial Beralih ke Hunian Fleksibel

Must Read

Tingginya harga rumah di kawasan perkotaan mendorong perubahan perilaku generasi muda dalam memilih tempat tinggal. Gen Z dan Milenial kini semakin mempertimbangkan hunian sewa dengan masa tinggal yang lebih fleksibel, fasilitas lengkap, serta lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas.

Perubahan tersebut tercermin dari tren penghuni Cove, penyedia hunian co-living modern. Pada 2026, hampir 60% penghuni Cove dari kelompok Gen Z dan Milenial berencana tinggal selama 1–3 bulan. Angka tersebut meningkat 32 poin persentase dalam tiga tahun terakhir.

Sebaliknya, minat untuk tinggal selama satu tahun atau lebih merosot 22 poin persentase dalam periode yang sama. Menariknya, pergeseran tersebut tidak banyak berkaitan dengan kemampuan finansial karena pendapatan mayoritas penghuni Cove masih berada di kisaran Rp10 juta, sama seperti tahun sebelumnya.

Perubahan itu memperlihatkan bahwa fleksibilitas menjadi pertimbangan penting bagi generasi muda. Mereka ingin tetap memiliki ruang untuk berpindah mengikuti peluang pekerjaan, kebutuhan pendidikan, perubahan gaya hidup maupun keinginan untuk mencoba lingkungan tempat tinggal baru.

“Hari Perumahan Nasional kembali mengingatkan kebutuhan generasi muda yang amat spesifik untuk hunian. Sebanyak 95 persen penghuni Cove saat ini merupakan Gen Z dan Milenial, dan bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekedar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing, Cove.

Kebutuhan tersebut membuat standar hunian sewa ikut berubah. Gen Z dan Milenial tidak lagi hanya menghitung harga sewa bulanan, tetapi juga menilai seberapa jauh sebuah hunian mampu memangkas beban aktivitas sehari-hari.

Cove mencatat fasilitas kamar pribadi yang lengkap menjadi faktor paling dominan dalam keputusan memilih hunian, dengan porsi 79%. Selanjutnya, 52% penghuni mempertimbangkan jarak ke kantor dan akses transportasi umum, sedangkan 51% memperhatikan fasilitas bersama seperti gym, rooftop dan kolam renang.

Artinya, hunian yang diminati generasi muda harus mampu menjadi ruang tinggal sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari. Kebutuhan untuk bekerja, beristirahat, berolahraga hingga bersosialisasi semakin ingin dipenuhi dalam satu ekosistem hunian.

Lokasi juga menjadi faktor yang semakin menentukan. Dalam tiga tahun terakhir, pertimbangan lokasi meningkat lebih dari 20 poin persentase. Jakarta Selatan menjadi kawasan yang paling diminati, dengan 64% penghuni memilih wilayah tersebut. Berikutnya Jakarta Pusat sebesar 43% dan Jakarta Barat sebesar 35%.

Tren ini berjalan beriringan dengan perubahan toleransi terhadap perjalanan. Pada 2026, sebanyak 51% penghuni Cove merupakan masyarakat yang sebelumnya memang sudah tinggal di kawasan Jabodetabek. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dengan pusat aktivitas menjadi semakin penting dibandingkan sekadar berpindah ke hunian yang lebih murah tetapi membutuhkan waktu tempuh panjang.

Kualitas bangunan juga menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan pelaku usaha hunian sewa. Sebanyak 52% Gen Z dan Milenial yang sebelumnya mencari hunian lain membatalkan pilihan mereka akibat buruknya kebersihan dan perawatan gedung.

Keluhan tersebut mencakup kondisi bangunan yang terlihat kotor dan tua, fasilitas kamar yang tidak terawat hingga sirkulasi udara yang buruk. Sementara itu, 43% responden menyoroti persoalan kelengkapan fasilitas.

Parkir, Wi-Fi yang stabil untuk menunjang pekerjaan serta lift pada bangunan bertingkat kini tidak lagi dipandang semata sebagai fasilitas tambahan. Bagi generasi muda, sejumlah fasilitas tersebut mulai dianggap sebagai bagian dari standar dasar sebuah hunian yang layak.

Bagi industri properti, perubahan preferensi tersebut membuka peluang sekaligus meningkatkan tuntutan. Model hunian sewa yang hanya mengandalkan harga murah berpotensi semakin ditinggalkan jika tidak dibarengi kualitas bangunan, fasilitas memadai dan akses lokasi yang strategis.

Pasar Gen Z dan Milenial pada akhirnya menunjukkan bahwa hunian layak bukan sekadar persoalan memiliki atap untuk berteduh. Bagi generasi yang mobilitasnya tinggi, hunian juga harus mampu mengikuti perubahan kehidupan, tanpa membebani mereka dengan komitmen jangka panjang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PT SMI Suntik Rp25 Miliar untuk Jalan Gunungsitoli

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan Rp25 miliar untuk meningkatkan kapasitas struktur delapan ruas jalan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img