PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) semakin agresif memperluas peran di industri komponen otomotif dengan membidik kerja sama baru bersama mitra global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk bergeser dari sekadar pemasok komponen menjadi mitra manufaktur terintegrasi bagi pelaku industri otomotif dunia.
Strategi tersebut diperkuat melalui keikutsertaan DRMA dalam Automechanika yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Pameran dagang internasional asal Jerman yang mempertemukan pelaku bisnis komponen, suku cadang, dan aftermarket otomotif itu dinilai menjadi pintu masuk bagi DRMA untuk memperluas jaringan bisnis B2B lintas negara.
Direktur DRMA Darmawan Widjaja mengatakan perseroan akan memanfaatkan ajang tersebut untuk membuka peluang kolaborasi baru dengan mitra strategis dari pasar global.
“Oleh karena itu, DRMA akan memanfaatkan ajang Automechanika yang mengumpulkan pelaku bisnis B2B internasional ini untuk menjalin kerja sama dengan mitra strategis baru,” kata Darmawan, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, DRMA kini tidak lagi ingin hanya diposisikan sebagai pemasok komponen otomotif. Perseroan tengah mengarahkan kapabilitas manufakturnya menjadi solusi terintegrasi yang mencakup komponen, teknologi, hingga kebutuhan elektrifikasi kendaraan.
Di Automechanika, DRMA menampilkan beragam produk yang diproduksi anak usaha dan unit bisnisnya, mulai dari komponen kendaraan roda dua (2W), roda empat (4W), komponen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga produk pendukung ekosistem EV.
Perubahan arah bisnis tersebut menjadi penting di tengah transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi. DRMA tidak hanya mengandalkan bisnis komponen kendaraan konvensional, tetapi juga mengembangkan teknologi dan solusi untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan manufaktur kendaraan.
Perseroan menyatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan kendaraan saat ini sekaligus memfasilitasi transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan bertenaga listrik.
Darmawan menambahkan, penguatan posisi sebagai mitra manufaktur global juga menjadi bagian dari strategi ekspansi DRMA melalui peningkatan kolaborasi dengan perusahaan internasional. Langkah ini tercermin dari kerja sama yang baru saja dijalin DRMA dengan Minth Group, perusahaan manufaktur komponen otomotif berskala global.
Kolaborasi dengan pemain global tersebut berpotensi membuka ruang bagi DRMA untuk memperluas kapasitas bisnis, teknologi, sekaligus akses terhadap rantai pasok otomotif internasional. Dengan demikian, ekspansi tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan permintaan pasar domestik, tetapi juga peluang dari integrasi DRMA ke dalam jaringan manufaktur global.
Pada akhirnya, penguatan kerja sama dengan mitra global tersebut diarahkan untuk menopang kinerja keuangan perseroan. DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan dobel digit sekitar 10% dan berharap strategi ekspansi serta kolaborasi internasional dapat menjadi salah satu penggerak pencapaian target tersebut.
Langkah DRMA memperluas peran dari pemasok menjadi mitra manufaktur juga menandai upaya perseroan menangkap perubahan struktur industri otomotif. Peralihan menuju kendaraan listrik membuat kebutuhan industri tidak lagi sebatas komponen mekanis, tetapi semakin menuntut penguasaan teknologi, integrasi manufaktur, dan kemampuan memasok komponen untuk ekosistem elektrifikasi.




