Selasa, Oktober 6, 2026

KEK Sanur Bidik Pasar 2 Juta WNI yang Berobat ke Luar Negeri

Must Read

Indonesia mulai memperkuat posisi di industri wisata kesehatan untuk menahan arus masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri. Salah satu proyek yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kesehatan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur atau The Sanur.

Potensi pasar yang dibidik cukup besar. Sekitar 2 juta warga Indonesia setiap tahun mencari layanan kesehatan di mancanegara. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta orang memilih Malaysia dan Singapura sebagai tujuan pengobatan.

Besarnya arus pasien keluar negeri menjadi peluang ekonomi yang ingin ditangkap melalui pembangunan ekosistem kesehatan terpadu di dalam negeri. The Sanur mengembangkan konsep Integrated Health & Wellness Destination yang menggabungkan layanan kesehatan, wellness, hospitality, dan nature dalam satu kawasan.

Hingga Triwulan II 2026, The Sanur telah mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp5,342 triliun. Kawasan ini juga telah memiliki 15 tenant dan menyerap 7.445 tenaga kerja.

President Director of InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan pengembangan The Sanur diarahkan untuk menciptakan standar baru dalam layanan kesehatan dan wellness di Indonesia.

“The Sanur merupakan visi kami untuk menghadirkan tolok ukur baru bagi destinasi Health & Wellness terpadu di Indonesia. Kami membangun ekosistem berkelas dunia yang menyatukan layanan kesehatan, wellness, hospitality, dan budaya Bali dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Christine.

Menurut Christine, pendekatan tersebut diperlukan karena kebutuhan pasien tidak berhenti pada layanan medis. Perjalanan pasien juga membutuhkan akomodasi, lingkungan pemulihan, fasilitas wellness, hingga dukungan bagi keluarga yang mendampingi.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman menyeluruh dalam perjalanan menuju kesejahteraan bagi setiap tamu, didukung oleh akomodasi yang nyaman, fasilitas layanan kesehatan berstandar internasional, tenaga medis berpengalaman, serta klinik spesialis berkelas dunia,” katanya.

Jantung layanan medis kawasan tersebut berada di Bali International Hospital. Rumah sakit ini menyediakan sejumlah layanan spesialis, mulai dari cardiology, oncology, neurology, gastroenterology & hepatology hingga orthopedics.

Kapabilitas layanan kesehatan diperkuat oleh ICON Cancer Centre dan Sapporo Cardio Vascular Clinic. Sementara Alster Lake Clinic menawarkan layanan regenerative medicine, cell-based treatments, dan advanced longevity services.

The Sanur juga mengembangkan The Solitaire yang menghadirkan sejumlah klinik estetika eksklusif, seperti World-Class Plastic Surgery, Banobagi, Woori, Hestia, dan Mojelim.

Pengembangan tersebut membuat bisnis yang dibangun The Sanur memiliki rantai nilai lebih panjang dibandingkan layanan rumah sakit konvensional. Pasien yang datang tidak hanya menjadi pengguna layanan medis, tetapi juga berpotensi menggerakkan bisnis akomodasi, kuliner, transportasi, wellness, hingga pariwisata.

Dari sisi hospitality, The Sanur mengandalkan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection dan The Meru Sanur. Akomodasi tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan pasien dan keluarga selama proses perawatan maupun pemulihan.

Kawasan ini juga memiliki pusat konvensi dan fasilitas MICE berstandar internasional. Fasilitas tersebut membuka peluang tambahan dari kegiatan konferensi, pertemuan bisnis, pameran dan acara internasional.

Di luar layanan medis dan hospitality, The Sanur mengembangkan Ethnobotanical Garden seluas 4,9 hektare. Kawasan hijau tersebut mengusung konsep village of healing dengan menggabungkan terapi berbasis alam, kesehatan preventif, keanekaragaman hayati dan pengetahuan tradisional tanaman herbal Indonesia.

Dari sisi investasi, realisasi sepanjang Triwulan II 2026 tercatat Rp307 miliar atau sekitar 24,44% dari target investasi 2026 sebesar Rp1,255 triliun. Sementara penyerapan tenaga kerja mencapai 2.004 orang, setara 225,93% dari target tahunan sebanyak 887 orang.

The Sanur masih akan memperluas ekosistemnya. Fase pengembangan strategis kawasan ditargetkan memasuki tahap operasional pada 2027 dengan dukungan sejumlah mitra internasional, di antaranya Fontaine Vitale, JEC Eye Hospitals and Clinics, Oakwood Hotel & Residence, serta SO/ Sanur.

Konektivitas menjadi salah satu keunggulan kawasan tersebut. The Sanur memiliki akses langsung menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa, yang menjadi modal penting untuk mendatangkan pasien dari luar daerah maupun mancanegara.

Dengan kombinasi fasilitas medis internasional, akomodasi premium, wellness dan wisata berbasis alam, The Sanur diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru ekonomi kesehatan di Indonesia.

Christine mengatakan pengembangan tersebut diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap industri pariwisata nasional.

“Melalui pendekatan terintegrasi ini, kami berharap dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata global sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas di Bali,” ujar Christine.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Digital Perkuat Literasi Keuangan, 30.926 Peserta Sudah Ikuti bluAcademy

Ekspansi layanan perbankan digital dinilai tidak cukup hanya dengan memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan. Kemampuan nasabah dalam memahami...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img