Sabtu, Oktober 17, 2026

Ekonomi Syariah Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Must Read

Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia perlu dibangun melalui interaksi dua arah antara masyarakat dan sistem ekonomi yang dikembangkan. Tanpa hubungan yang kuat, pertumbuhan ekonomi berisiko hanya menjadi ilusi atau growth illusion, yakni pertumbuhan yang tidak sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Nur Hidayah, menekankan bahwa masyarakat tidak hanya perlu memahami sistem ekonomi syariah, tetapi sistem tersebut juga harus mampu memahami kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Ia mencontohkan kasus kebakaran hutan dan lahan yang memperlihatkan ketimpangan antara pihak yang menikmati keuntungan dan masyarakat yang menanggung dampaknya. Dalam situasi tersebut, anak-anak di Kalimantan turut menanggung risiko akibat memburuknya kualitas udara.

Menurutnya, dana sosial syariah seharusnya dapat berperan sebagai bantalan bagi masyarakat yang terdampak. Berbagai instrumen untuk menjalankan fungsi tersebut sebenarnya telah tersedia, tetapi masih membutuhkan jembatan penghubung yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Dalam konteks pengembangan ekonomi syariah, Nur Hidayah juga menyoroti kehadiran buku 99 Ekonom Syariah Indonesia yang memuat beragam gagasan dalam lima klaster, mulai dari industri halal hingga infrastruktur ekosistem. Kumpulan pemikiran tersebut dinilai dapat menjadi landasan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berdampak langsung.

Dari berbagai gagasan tersebut, CSED INDEF menawarkan tiga arah pengembangan ekonomi syariah. Pertama, dari label ke laba, yang menekankan bahwa sertifikasi halal tidak boleh berhenti sebagai label pada kemasan produk. Sertifikasi tersebut harus mampu mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi syariah yang mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kedua, dari derma ke daya, yaitu mendorong pengelolaan dana sosial umat agar lebih produktif. Dana sosial syariah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketiga, dari wacana ke warung, yang menekankan pentingnya menerjemahkan gagasan dan diskusi ekonomi syariah menjadi aksi nyata di lapangan. Implementasinya perlu menjangkau berbagai ruang aktivitas ekonomi, mulai dari pesantren dan kampus hingga pemanfaatan gawai oleh generasi muda.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Dapur MBG Belum Banyak Bersertifikat Halal, Ini Usulan Ekonom CSED INDEF

Ekonom Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Murniati Mukhlisin, menyoroti masih rendahnya jumlah dapur program Makan Bergizi Gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img