Moneter.co.id – Direktur Indonesia
Properti Watch (IPW), Ali Tranghanda memprediksi tahun ini segmen menengah
pasar properti masih menjadi primadona. Maka tak heran, tahun 2017 ini akan banyak pengembang
yang melansir produk properti seharga Rp 500 jutaan hingga Rp 1 miliar.
“Berdasarkan data tahun
2016, mayoritas penjualan properti terjadi pada segmen menengah yakni mencapai
43 persen,” ujar Ali.
Lebih lanjut Ali mengatakan,
banyaknya pengembang yang mengicar segmen menengah karena pemerintah telah
mengeluarkan banyak kebijakan yang membuatperumahan kelas menengah bergairah.
Contohnya seperti
relaksasi Loan to Value (LTV), pemangkasan perizinan, suku bunga
KPR yang cendurung menurun dan disertai dengan pembangunan infrastruktur
yang menjadi tulang punggung bergairahnya industri properti.
Ali menjelaskan, peran perbankan dalam menjaga kelangsungan industri properti sangat
vital. Sebab, mayoritas masyarakat masih menggunakan fasilitas KPR untuk
membeli rumah.
“Kalau bunga KPRnya
menurun kan juga akan berdampak ke masyarakat. Maka dikatakan peran perbankan
ini sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah,” ujarnya.
Berdasarkan data Bank
Indonesia (BI) menyebutkan, penjualan perumahan untuk di segmen menengah pada
kuartal IV tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 5,06% dari kuartal sebelumnya yang mencapai 4,85%.
Peningkatan
penjualan terjadi sejalan dengan meningkatnya realisasi pelimpahan kredit
properti dari perbankan selama triwulan IV 2016.
Rep.Top




