Sabtu, April 18, 2026

Selain Daya Beli Rendah, Ini Penyebab Penjualan Industri Minuman Anjlok

Must Read

Moneter.co.id – Sejumlah pengusaha minuman ringan kemasan mengeluhkan lesunya penjualan minuman ringan pada kuartal pertama 2017. Penurunan penjualan disebabkan sejumlah tudingan negatif soal minuman soda dan berpemanis.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Pridjosoesilo mengatakan, hal itu menjadi penyebab kedua penjualan.

Pada kuartal pertama 2017, penjualan industri minuman ringan minus 3-4 persen.

Menurutnya, ‘penyebabnya berita atau kampanye-kampanye negatif, seperti berita gula di minuman ringan jadi penyebab utama diabetes. 

“Padahal, faktanya peranan makanan dan minuman siap saji itu kecil ketimbang makanan rumah tangga seperti beras,” ujar Triyono. 

Selain tudingan negatif, lanjutnya, banyak beredar informasi keliru yang membuat penjualan minuman ringan turun. ”Kopi siap saji seduh dalam kemasan informasinya kopinya sedikit, padahal itu tidak tepat. Kopi diproses makanya dari warna yang berubah,” ucap Triyono.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Willem Petrus Riwu menambahkan, informasi-informasi negatif tersebut cukup memukul industri minuman ringan di saat daya beli masyarakat sedang melemah.

”Terkait kopi instan, terkait soda terbakar. Gara-gara medsos orang jadi jarang beli, secara tidak sadar itu pengaruh. Padahal, orang luar minum soda sudah kayak minum air,” tutupnya.

Rep.Top

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mendag Busan Klaim Kewajiban Distribusi Melalui DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img