Kamis, April 23, 2026

DJPPR Kemenkeu Targetkan Penerbitan SBN Hingga Rp 147,5 Triliun

Must Read

Moneter.co.id – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) memastikan target indikatif penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) melalui lelang untuk semester III-2017 sebesar Rp147,5 triliun, dengan frekuensi lelang sebanyak 13 kali.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Selasa (18/7) malam, menjelaskan total target indikatif tersebut sudah termasuk target penerbitan SPN 3 bulan dan SPN-S 6 bulan masing-masing sebesar Rp5 triliun dan Rp2 triliun pada setiap lelang.

Pengumuman target indikatif itu disesuaikan dengan jadwal lelang rutin pada periode Juli hingga September 2017. Namun selain dari yang sudah dijadwalkan, pemerintah dapat menambahkan seri dengan tenor lain pada tiap lelang termasuk jika dianggap perlu untuk menambahkan frekuensi lelang SBN. 

Namun, penambahan porsi utang tersebut akan bergantung pada kondisi pasar, potensi permintaan dan strategi pembiayaan dalam APBN.

Sebelumnya, pada semester I-2017, pemerintah berhasil menerbitkan SBN melalui lelang maupun non lelang sebesar Rp395,09 triliun atau 57,69 persen dari target indikatif penerbitan SBN pada 2017 sebesar Rp684,835 triliun.

SBN yang diterbitkan itu mayoritas berasal dari lelang, yakni mencapai Rp278,35 triliun atau sebanyak 70 persen, sedangkan sisanya melalui non lelang yaitu bookbuilding dan private placement

Dari total penerbitan SBN selama semester I, mayoritas SBN yang diterbitkan adalah Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai Rp273,21 triliun atau 69 persen, sedangkan sisanya adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total Rp121,88 triliun atau 31 persen.

Sementara itu, frekuensi lelang penerbitan SBN yang telah dilaksanakan adalah sebanyak 25 kali atau sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Minat investor terhadap penerbitan SBN melalui lelang pada periode ini cukup tinggi. 

Total permintaan yang disampaikan investor pada lelang SBN mencapai Rp658,94 triliun, permintaan ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yakni sebesar Rp468,75 triliun.

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Melonjak 85%, Chitose Internasional Bagi Dividen Rp13,8 per Saham

Kinerja moncer pada 2025 membuat PT Chitose Internasional Tbk (CINT) tak ragu menggelontorkan dividen tunai Rp13,8 miliar kepada pemegang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img