Kamis, Maret 5, 2026

Duta Wisata Aceh 2017 dan Tantangan Masa Depan

Must Read

Moneter.co.id – Pemerintah Aceh
melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar kegiatan Pemilihan Duta
Wisata Aceh 
(PDWA) 2017 pada 13-16 Oktober di Kota Banda Aceh. Malam pembukaan berlangsung 13 Oktober di Hotel Grand Nanggroe Aceh diikuti oleh peserta duta wisata dari 23 kabupaten/kota.

Kepala
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Reza Fahlevi menyatakan, bahwa
PDWA 2017 digelar dalam untuk mensukseskan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal
Dunia melalui keterlibatan Duta Wisata Aceh sebagai digital volunteer atau
laskar digital dalam menviralkan berbagai pesona wisata Aceh.




“PDWA
2017 kali ini mengusung tema Ayo Promosikan Pesona Wisata Aceh melalui Media
Digital bertujuan melahirkan generasi muda dengan sebutan Duta Wisata Aceh yang
memiliki talenta dan kreatifitas berkarya,” sebut Reza diketerangan resminya, Sabtu (14/10).




Duta
Wisata Aceh yang kita harapkan, tambah Reza harus memiliki kepedulian dalam
mengeksplorasi berbagai potensi dan keunikan daerah serta mempromosikan potensi
tersebut kepada wisatawan melalui media digital, yang pada akhirnya akan
berdampak positif pada kemajuan ekonomi di daerah.




“Pemilihan
tema ini pada acara PDWA 2017 sungguh tepat dan strategis, dimana Aceh saat ini
membutuhkan motivasi dan peran anak muda laskar digital dan komunitas untuk
terus membangun negeri dan mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata halal melalui
media digital,” imbuh Reza. 




Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani saat persiapan PDWA 2017 di Hotel Grand Nanggroe Aceh menambahkan, memasuki
satu dekade, PDWA tahun ini akan mengangkat sesuatu yang berbeda dari tahun
sebelumnya seiring dengan kemajuan teknologi. 




“Ada
beberapa item di PDWA tahun ini yang akan sedikit beda, hal ini tidak terlepas
dari berbagai masukan dan juga pertimbangan soal promosi pariwisata yang ke
depan terus ditekankan melalui media digital, salah satunya pendaftaran peserta
melalui daring di situs resmi Disbudpar Aceh, 
www.disbudpar.acehprov.go.id,”
paparnya.




Selain
itu, seluruh peserta PDWA 2017 nantinya juga akan berkunjung ke beberapa
sekolah dalam rangka sosialisasi pariwisata. 




“Peserta
PDWA yang telah berhadir sesuai persyaratan juga telah dinyatakan mampu membaca
Al Qur’an, mampu berbahasa daerah, bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya,
menguasai atraksi seni dan presentasi potensi wisata daerah, menguasai ilmu
pengetahuan, IT dan berkepribadian baik serta tetap menjaga prilaku sesuai
dengan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami selama masa karantina,” tambah
Rahmadhani.




Nantinya,
pasangan Duta Wisata Aceh 2017 yang terpilih pada malam penobatan yang
berlangsung 16 Oktober mendatang di Amel Convention Center akan diberangkatkan
ke Provinsi Nusa Tenggara Timur atas nama Pemerintah Aceh pada tanggal 28
November – 3 Desember 2017 untuk bersaing kembali pada tingkat Nasional dengan
peserta Duta Wisata dari 33 provinsi lainnya se Indonesia.




PDWA kali
ini terlaksana berkat dukungan semua pihak dan sponsor, seperti BNN Aceh, Rich
Water, Garuda Indonesia, Mangat Usaha Travel, Hammock Saweu Aceh, Al Maz,
Psikodista Konsultan, PT. Paragon Technology dan Hijaj Aceh.



(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Stockbit dan Bibit Catatkan Pertumbuhan yang Solid di Pasar Modal Indonesia

Di tengah lanskap startup Indonesia yang semakin kompetitif dan penuh dinamika dewasa ini, tidak banyak perusahaan teknologi finansial Tanah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img