Moneter.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) akan berpartisipasi dalam menata empat destinasi wisata yang
masuk dalam rencana strategis pemerintah. PUPR rencananya tak hanya akan
membangun infrastruktur, tetapi juga ruang-ruang publik guna mendukung kawasan
tersebut.
Adapun keempat destinasi wisata tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur,
Mandalika dan Labuan Bajo. “Kami akan fokus dulu melakukan penataan pada 4
destinasi tersebut. Kami akan buat Master Plannya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Senin (20/11).
Menurut Basuki, ruang publik yang akan
dibangun, mencakup rest area, parkir, dan pedestrian. “Pihaknya juga akan
menata kawasan untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata, seperti
cafe, restoran, penginapan, ataupun lokasi penjualan cinderamata pada
masing-masing destinasi wisata sesuai dengan tata ruang,” ujarnya.
Sementara
itu, pihaknya juga akan membangun infrastruktur, mulai dari akses menuju lokasi
wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase, hingga
persampahan.
Sementara itu Kepala Badan Pengembangan
Infrastruktur Wilayah Rido Matari Ichwan mengatakan, dukungan yang diberikan
Kementerian PUPR memang tak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, namun juga
mendorong industri pariwisata nasional.
“Pada 4 destinasi wisata tersebut, Kementerian
PUPR akan membangun area usaha bagi masyarakat. Kami juga akan membangun
homestay percontohan dengan desain mengusung budaya dan kearifan lokal.
Desainnya dihasilkan melalui sayembara yang diselenggarakan Kementerian
Pariwisata,” kata Kepala BPIW Rido Matari Ichwan, Jumat, (17/11).
Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak tahun 2015
telah merintis kerjasama pengembangan Indonesia Tourism Development Program
(ITDP). Melalui kerjasama ini, dilakukan percepatan pada tiga destinasi
prioritas yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.
Bank
Dunia memberikan pinjaman senilai US$ 300 juta yang digunakan untuk penyusunan
Penyusunan Rencana Induk Pariwisata (Integrated
Tourism Master Plan/ITMP) senilai US$6 juta dan pembangunan fisik dan
pengembangan sumber daya manusia senilai US$294 juta. “Lelang penyusunan ITMP sudah dilakukan dan kini
menunggu non objection
letter dari Bank Dunia untuk penetapan pemenang,”
katanya. (SAM)




