PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat realisasi volume penjaminan mencapai Rp43,6 triliun hingga kuartal I 2026. Penjaminan tersebut menjangkau 836.487 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendukung penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,97 juta orang.
Capaian tersebut mempertegas peran Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan nasional yang berfokus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif dan UMKM di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. Melalui layanan penjaminan, perusahaan berupaya menjembatani kebutuhan permodalan pelaku usaha dengan lembaga keuangan formal.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo Agustinus Handoko mengatakan perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha.
“PT Jamkrindo tidak hanya fokus pada penguatan kinerja bisnis, tetapi juga terus berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai program pendampingan dan literasi. Kami percaya bahwa UMKM yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Handoko dalam keterangannya.
Menurutnya, dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan dunia usaha menuntut perusahaan penjaminan untuk semakin adaptif dalam menghadirkan layanan. Karena itu, Jamkrindo terus mengembangkan layanan penjaminan yang inklusif dan mampu menjawab kebutuhan pembiayaan pelaku usaha.
Di sisi internal, perusahaan juga mempercepat transformasi melalui penguatan budaya service excellence guna meningkatkan kualitas layanan kepada mitra dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, percepatan digitalisasi layanan, penyederhanaan proses bisnis, hingga peningkatan kualitas layanan yang lebih responsif.
“Transformasi layanan menjadi salah satu kunci penting agar perusahaan mampu tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang,” kata Handoko.
Selain menjalankan fungsi bisnis penjaminan, Jamkrindo juga memperluas program pemberdayaan UMKM. Salah satu inisiatif terbaru diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Literasi Keuangan & Product-Market Fit bertajuk “Unlock UMKM 2026: Kelola Cuan, Kuasai Pasar” yang digelar di Banyuwangi pada awal Mei 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur serta PLUT KUMKM. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan bisnis sekaligus memahami pentingnya kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar.
Melalui program literasi tersebut, pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan kapasitas pelaku usaha.
Ke depan, Jamkrindo menyatakan akan terus memperkuat transformasi perusahaan melalui peningkatan kolaborasi, inovasi layanan, serta program pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.




