Kamis, Maret 5, 2026

Ace Oldfields melantai di bursa dengan melepas 390 juta saham

Must Read

Moneter PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) siap mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) saham yang
berlangsung pada 18-21 Oktober 2021.

Berdiri sejak 1996, PT Ace Oldfields Tbk merupakan
perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan dan perlengkapan untuk
keperluan pengecatan yang berbasis di Jawa Barat Indonesia.

Perseroan merupakan perusahaan hasil joint-venture antara PT Ace Panbrush Industry (API), yang berdiri
sejak 1989, dan Oldfields International Pty Ltd of Australia, produsen perlengkapan
pengecatan terbesar di Australia yang memiliki sejarah sejak 1916.

Direktur Utama PT Ace Oldfields Tbk Josef Kandiawan
mengatakan, IPO merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat dan
memperluas bisnis perseroan.

“Dengan IPO ini juga menjadi momen penting bagi kami
yang sebagai awalnya adalah perusahaan keluarga dan dalam upaya mempercepat
pengembangan bisnis dan investasi perusahaan. Sebagai perusahaan publik, KUAS kini
memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang lebih terbuka lebar, sehingga
perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang tumbuh cepat,” ujar
Josef, Senin (18/10).

Berdasarkan hasil penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung pada 22
September hingga 27 September 2021 dengan kisaran harga Rp195 hingga Rp250,
maka penjamin pelaksana emisi efek dan perseroan telah sepakat menentukan harga
penawaran saham sebesar Rp195 per saham, dengan perolehan dana IPO sebesar
Rp76,05 miliar.

KUAS melepaskan saham sebanyak 390 juta
saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham yang mewakili 30,17 persen dari
modal disetor setelah IPO.

Sesuai dengan yang tercatat dalam prospektus, seluruh
dana yang diperoleh dari penawaran umum setelah dikurangi biaya emisi, sebesar
38,69 persen untuk pembelian sebagian tanah dan bangunan di Cileungsi, Bogor
untuk mengurangi biaya sewa perseroan dan juga pengembangan perseroan
kedepannya.

“Transaksi ini akan dilakukan dalam waktu paling
lambat tiga bulan setelah dana IPO diterima,” kata Josef.

Sedangkan sisanya sebesar 61,31 persen akan digunakan
untuk modal kerja perseroan yaitu untuk pembelian bahan baku serta beban
operasional

Selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga menerbitkan
waran seri I sebanyak 130 juta lembar atau sebesar 14,4 persen dari modal
ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran.

Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para
pemegang saham baru perseroan dengan perbandingan setiap pemegang tiga saham
baru akan memperoleh satu waran Seri I dengan harga
exercise sebesar Rp250.

Apabila seluruh waran di-exercise oleh para pemegang saham, perseroan akan memperoleh
tambahan modal sebanyak-banyaknya Rp32,5 miliar di mana dana waran tersebut 100
persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Direktur Investment Banking PT. NH Korindo Sekuritas
Indonesia, selaku penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek, Amir Suhendro
Samirin mengatakan, perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan pada 14 Oktober 2021 dan akan mencatatkan sahamnya pada 25 Oktober
2021.

Selama masa penawaran awal pada 22 September 2021-27
September 2021 antusias pemesan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari
kelebihan permintaan atau
oversubscribed
pada masa
bookbuilding sebanyak 2,2x
dari keseluruhan pemesanan atau
oversubscribed
sebanyak 6x dari pooling.

“Tentu menjadi sinyal positif bagi perseroan dan
menunjukkan bahwa para investor memiliki keyakinan terhadap performa perseroan
baik secara historis maupun yang akan datang,” tutup Amir.

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img