Rabu, September 30, 2026

Antusiasme iPhone 18 Dimanfaatkan Penjahat Siber, Ini Modusnya

Must Read

Antusiasme menjelang dimulainya dua gelombang penjualan model baru iPhone 18 mulai dimanfaatkan oleh penjahat siber. Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang menawarkan perangkat iPhone 18 dengan berbagai iming-iming, mulai dari diskon hingga skema pre-order, untuk mencuri data pribadi dan menguras dana pengguna.

Situs-situs penipuan tersebut ditemukan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Arab, Portugis, dan lainnya. Kaspersky menyebut situs palsu itu dirancang sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan dan menyerupai platform penjualan resmi.

Salah satu situs yang ditemukan menawarkan perangkat baru dengan rincian spesifikasi teknis serta diskon hingga 25%. Pengguna diberikan sejumlah pilihan metode pembayaran, termasuk Bitcoin. Setelah tertarik dengan penawaran tersebut, pengguna diarahkan untuk memasukkan informasi pribadi dan melakukan pembayaran.

Namun, perangkat yang ditawarkan tersebut pada kenyataannya tidak pernah dikirimkan. Risiko yang justru dihadapi pengguna adalah kehilangan uang sekaligus tereksposnya data pribadi dan informasi pembayaran.

Modus serupa juga ditemukan pada situs yang menyasar pengguna di Brasil. Situs tersebut menggunakan bahasa Portugis dan mencantumkan harga dalam mata uang real Brasil. Pengguna ditawarkan kesempatan melakukan pre-order iPhone 18 Pro dalam berbagai pilihan warna dan kapasitas penyimpanan.

Untuk meningkatkan daya tarik, situs tersebut menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pelanggan tidak membayar penuh di awal. Situs itu juga menjanjikan pengembalian dana secara penuh apabila pembelian dibatalkan.

Kaspersky memperingatkan bahwa janji tersebut tidak dapat dipercaya. Setelah pengguna memilih produk, situs palsu kemudian meminta berbagai informasi, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal hingga kontak WhatsApp.

Informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menjalankan serangan rekayasa sosial. Pengguna selanjutnya diminta memasukkan detail kartu bank, sehingga pelaku dapat memperoleh informasi pembayaran yang berpotensi digunakan untuk menguras dana korban.

Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova mengatakan modus penipuan yang memanfaatkan momentum peluncuran perangkat populer bukanlah hal baru. Menurut dia, tingginya antusiasme konsumen dapat menjadi peluang bagi penjahat siber untuk meningkatkan potensi keuntungan.

“Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer. Antusiasme konsumen dapat memberikan keuntungan tambahan bagi penjahat siber dan meningkatkan peluang mereka untuk meraup keuntungan,” ujar Olga.

Dia mengingatkan konsumen agar lebih berhati-hati ketika mencari perangkat baru, terutama jika menemukan penawaran yang jauh lebih menarik dibandingkan harga atau pilihan produk yang diumumkan secara resmi.

“Kami sangat menyarankan pengguna untuk ekstra hati-hati saat memilih tempat berbelanja dan hanya melakukan pembelian melalui pengecer resmi serta terpercaya. Penawaran yang tampak terlalu indah untuk menjadi kenyataan, serta pilihan produk yang lebih beragam atau berbeda dari yang diumumkan secara resmi oleh perusahaan, harus dianggap sebagai tanda bahaya yang jelas,” katanya.

Kaspersky juga mengimbau konsumen memastikan keaslian situs sebelum memasukkan data pribadi maupun melakukan transaksi. Pengguna disarankan memeriksa kembali format URL dan ejaan nama organisasi untuk memastikan tidak mengakses situs tiruan.

Dari sisi pembayaran, konsumen disarankan menggunakan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran yang memang diperuntukkan bagi transaksi daring. Langkah tersebut dapat membantu membatasi risiko apabila informasi pembayaran terekspos.

Kaspersky juga mendorong pengguna memanfaatkan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir tautan phishing. Perusahaan menyebut solusi konsumennya kini diperkuat perlindungan penipuan berbasis AI yang menggabungkan algoritma anti-phishing berbasis pembelajaran mesin, pemantauan perilaku secara real-time, serta fitur pemeriksaan kebocoran data dan pencurian identitas.

Selain perlindungan perangkat, pengguna juga disarankan mengaktifkan autentikasi multi-faktor atau 2FA pada akun ID dan aplikasi keuangan. Pemantauan laporan transaksi secara berkala juga diperlukan untuk mendeteksi aktivitas yang tidak sah sedini mungkin.

Kaspersky menyebut Kaspersky Premium kembali meraih sertifikasi tahunan “Approved” dalam uji coba anti-phishing oleh laboratorium pengujian AV-Comparatives pada 2025. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kemampuan perlindungan anti-phishing produk tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Tekan Biaya Energi, Menara Astra Terapkan Teknologi AI pada Sistem HVAC

Menara Astra mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengerek efisiensi operasional gedung melalui optimalisasi sistem Heating, Ventilation, and Air...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img