Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat dan produksi minyak serta gas bumi dari sejumlah lapangan yang mulai menurun, satu pertanyaan kembali mengemuka, di mana sumber energi Indonesia berikutnya?
Indonesia masih memiliki sejumlah cekungan sedimen yang belum dieksplorasi secara optimal dan berpotensi menyimpan sumber daya hidrokarbon. Untuk mengungkap peluang tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) akan membahas perkembangan eksplorasi hidrokarbon dalam DiGDaya #26, Rabu, (30/9) pukul 08.45-11.00 WIB secara daring melalui Zoom dan YouTube BRIN Indonesia.
Mengangkat tema “Eksplorasi Hidrokarbon dan Kaitannya dengan Ketahanan Energi untuk Indonesia”, forum ini akan membedah potensi sistem petroleum Indonesia dari wilayah barat hingga timur, sekaligus melihat bagaimana teknologi geosains dan inovasi eksplorasi dapat membantu menemukan sumber daya baru.
Kepala PRSDG BRIN, Iwan Setiawan mengatakan eksplorasi hidrokarbon membutuhkan dukungan teknologi, investasi, serta sumber daya manusia yang kompeten karena memiliki risiko tinggi. Penguatan riset dan inovasi diperlukan untuk memperdalam pemahaman terhadap sistem petroleum dan peluang hidrokarbon Indonesia.
DiGDaya #26 menghadirkan Rakhmat Fakhruddin dari BRIN dan Nisa Nurul Ilmi dari Universitas Padjadjaran. Diskusi juga menghadirkan Moh. Heri Hermiyanto Zajuli dari Kementerian ESDM sebagai penanggap dan Prof. Hananto Kurnio sebagai moderator.
Lebih dari sekadar membahas potensi migas, forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan riset, teknologi, kebijakan, dan pengembangan SDM dalam menghadapi tantangan energi masa depan. BRIN berharap diskusi tersebut dapat memperluas pemahaman mengenai sumber daya geologi Indonesia sekaligus mendorong kolaborasi pengembangan teknologi eksplorasi. “Forum ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai potensi sumber daya geologi Indonesia dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan teknologi eksplorasi,” tutur Iwan.
Selain membahas aspek teknis dan potensi cekungan hidrokarbon, Iwan berharap kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan ketertarikan mahasiswa, akademisi, dan profesional muda terhadap bidang geosains dan industri hulu migas. “Penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai krusial agar Indonesia memiliki kemampuan untuk berinovasi, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi eksplorasi secara berkelanjutan,” pungkasnya




