Moneter.id – Jakarta
– Saat ini, terdapat banyak aplikasi yang memudahkan interaksi dengan
menggunakan perangkat digital seperti smartphone maupun komputer. Namun dalam
proses pembuatannya, terdapat uji coba yang tidak hanya dilakukan sekali atau
dua kali saja. Ada satu proses yang disebut dengan deploy, yang diambil dari
kata deployment, yang melibatkan dokumentasi kode program, pengembangan,
instalasi, dan konfigurasi.
Dalam dunia teknologi
informasi, deployment memiliki peran penting dalam pengiriman dan implementasi
software yang bisa dilakukan dengan menggunakan sistem cloud, seperti cloud
Hosting DomaiNesia. Dengan melalui proses ini,
perusahaan dapat memastikan bahwa aplikasi atau sistem yang dikembangkan dapat
berjalan dengan baik di lingkungan produksi yang sesungguhnya.
Lalu bagaimana cara kerja
dari proses deploy tersebut? Apa saja fungsi dan jenis-jenisnya? Sebelum ke
pembahasan tersebut, sebaiknya Anda pahami terlebih dulu tentang apa itu
deploy.
Mengenal
Apa Itu Deploy dan Cara Kerjanya
Deploy atau deployment
merupakan proses instalasi dan konfigurasi aplikasi dilakukan dengan tujuan
agar pengguna akhir dapat menggunakannya secara efektif. Secara keseluruhan,
deploy merupakan proses kritis yang membutuhkan perhatian khusus.
Keberhasilan dalam
melaksanakan proses ini sangat penting untuk memastikan aplikasi atau sistem
dapat berjalan dengan baik setelah diimplementasikan. Oleh karena itu, perusahaan
perlu melakukan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang teliti agar
operasional aplikasi atau sistem dapat berjalan dengan sukses.
Dalam framework DevOps,
terdapat 7 langkah dalam proses pengembangan deploy, yakni coding, building, testing, packaging, releasing, configuring, dan monitoring. Merujuk pada penjelasan
tersebut, terdapat 3 tahap yang perlu dilakukan hingga sebuah aplikasi atau
software memasuki proses deploy. Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari:
- Tahap
persiapan (preparation)
Pada tahap ini, para
developer harus mengumpulkan semua kode yang akan didistribusikan bersama
dengan pustaka atau sumber daya lain yang diperlukan untuk menjalankan
aplikasi. Semua item ini dapat dikemas sebagai satu rilis perangkat lunak.
Developer juga harus memastikan konfigurasi dan keberlanjutan server yang
digunakan.
- Tahap
pengujian (testing)
Sebelum pembaruan dapat
diterapkan ke lingkungan yang aktif, pembaruan harus diuji terlebih dahulu di
server pengujian. Di sana, pembaruan akan melalui serangkaian pengujian
otomatis yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Developer perlu meninjau hasil
pengujian dan memperbaiki bug atau kesalahan sebelum pembaruan diterapkan di
lingkungan yang aktif.
- Tahap
penerapan (deploy)
Setelah pembaruan diuji
sepenuhnya, pembaruan dapat diterapkan ke lingkungan produksi secara langsung.
Developer bisa mencoba rangkaian script untuk memperbarui database yang relevan
sebelum melakukan update berikutnya.
Langkah ini merupakan
pemeriksaan terhadap bug atau kesalahan yang mungkin terjadi di server secara
langsung, sehingga dapat memastikan pengalaman pengguna terbaik saat
berinteraksi dengan pembaruan baru.
Jenis-jenis
Proses Deploy
Ketika membahas tentang apa
itu deploy, penting juga untuk memahami jenis-jenis dari proses pendekatannya.
Proses deploy biasanya menggunakan 2 pendekatan yang berbeda, terdiri dari:
- Metadata
deployment
Jenis deploy ini mencakup
penyebaran perubahan pada kode, template, gaya lembar (style sheets), file, dan
sejenisnya. Perubahan-perubahan ini sering memerlukan validasi antar lingkungan
untuk memastikan tidak ada konflik yang tidak terduga yang perlu diselesaikan.
Banyak alat penerapan (deployment tools) akan menyediakan pemeriksaan
konsistensi dan bantuan dalam menangani konflik tersebut.
- Content
deployment
Jenis ini berfokus pada
penyebaran konten seperti teks, gambar, dan video. Meskipun konten ini relatif
lebih mudah dipindahkan antar lingkungan daripada meta data, mereka masih
memerlukan perhatian khusus.
Oleh karena itu, alat-alat
deployment sering dirancang agar editor konten juga dapat melakukan penyebaran
konten, tidak hanya developer saja. Hal ini memungkinkan editor konten untuk
mendorong, mempublikasikan, atau memasukkan konten baru tanpa menunggu persetujuan
developer.
Kesimpulan
Untuk membuat sebuah
aplikasi, diperlukan berbagai jenis tahapan hingga dapat disebut layak
digunakan oleh masyarakat luas. Salah satu tahapan tersebut adalah proses
deploy yang melibatkan persiapan, pengujian, dan penyebaran perangkat lunak.
Setiap tahap memainkan peran penting dalam memastikan perangkat lunak dapat
berjalan dengan baik di lingkungan yang dituju, sehingga memberikan pengalaman
pengguna yang optimal.
Untuk itu, diperlukan
platform berkualitas yang mampu mengakomodir proses deploy tersebut. Salah
satunya dengan menggunakan cloud VPS dari
layanan terpercaya seperti DomaiNesia. Layanan ini sudah dilengkapi dengan SSL
yang mampu menjaga keamanan akses selama proses pengujian aplikasi tersebut
berlangsung hingga layak diujicobakan ke masyarakat luas.




