Senin, Agustus 24, 2026

ASLC Bidik Mesin Pertumbuhan Baru dari Lelang Non-Kendaraan

Must Read

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mulai memperlebar sumber pertumbuhan bisnis dengan mengembangkan lelang non-kendaraan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat ekosistem bisnis sekaligus mengurangi ketergantungan pertumbuhan hanya dari transaksi mobil bekas.

Ekspansi lelang non-kendaraan dijalankan melalui anak usaha PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI). Perseroan menilai bisnis tersebut memiliki prospek untuk menjadi mesin pertumbuhan baru dengan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan yang sudah dimiliki dalam ekosistem ASLC.

Pengembangan ASLI juga diarahkan untuk memperkuat sinergi dengan tiga lini bisnis utama perseroan, yakni JBA Indonesia di bisnis lelang, Caroline.id sebagai kanal penjualan ritel mobil bekas, serta MotoGadai yang menyediakan solusi pembiayaan.

Di bisnis mobil bekas, ASLC terus mengoptimalkan ekosistem transaksi melalui strategi omnichannel. Perseroan mengintegrasikan kanal online dan offline agar konsumen dapat mencari, mengecek, sekaligus melakukan transaksi kendaraan sesuai kebutuhan.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Jany Candra mengatakan keberadaan JBA dan Caroline.id memberikan pilihan bagi pelanggan untuk menentukan kanal transaksi yang paling sesuai dengan kondisi kendaraan.

“Adanya dua pilihan kanal transaksi, JBA dan Caroline.id ini membuat pelanggan bisa memilih kanal yang sesuai dengan karakteristik dan potensi nilai dari masing-masing kendaraan,” kata Jany dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).

Untuk memastikan kendaraan memperoleh nilai optimal, ASLC menerapkan standardisasi dalam menentukan kanal penjualan. Kendaraan akan diarahkan ke Caroline.id atau dilelang melalui JBA berdasarkan karakteristik dan potensi nilai masing-masing unit.

Sementara itu, MotoGadai menjadi bagian yang melengkapi ekosistem dengan menyediakan opsi pembiayaan bagi konsumen. Perseroan juga mengembangkan Cartalog, platform yang memberikan gambaran serta estimasi harga kendaraan berdasarkan data pasar aktual dan berbagai faktor yang memengaruhi nilai jual kendaraan.

Strategi tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja ASLC. Pada semester pertama 2026, perseroan mencatat pendapatan Rp589 miliar, tumbuh 31,9% secara tahunan. Pada periode yang sama, ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp8,9 miliar.

Pertumbuhan paling menonjol datang dari Caroline.id. Penjualan mobil bekas melalui kanal tersebut mencapai Rp493 miliar pada semester pertama 2026. Angka itu melonjak 57,4% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp313 miliar.

Kinerja tersebut memperlihatkan besarnya peluang pasar mobil bekas sekaligus pentingnya integrasi kanal penjualan dalam meningkatkan nilai transaksi kendaraan. ASLC pun masih akan mengandalkan strategi omnichannel untuk memperbesar skala bisnisnya.

Ke depan, perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan dari transaksi kendaraan, tetapi juga mulai membangun sumber pendapatan baru melalui ASLI dan memperbesar potensi MotoGadai.

“Untuk semakin memperkuat kinerja ASLC sehingga bisa terus tumbuh secara berkesinambungan, ke depan Perseroan akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang Motogadai dan ASLI sebagai sumber pertumbuhan baru,” tutup Jany.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Harga Rumah Bekas Stagnan, Pembeli Mulai Incar Jakarta Selatan

Pasar rumah sekunder Indonesia belum menunjukkan penguatan berarti meski suku bunga acuan Bank Indonesia telah turun. Hingga Juli 2026,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img