Moneter.id – Kehadiran
Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA)
dinilai sebagai faktor penting dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan
wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman) ke Yogyakarta dan Jawa
Tengah yang ditargetkan mencapai angka 2 juta.
Menteri
Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bandara baru ini bisa meningkatkan jumlah
pergerakan wisatawan ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Targetnya
2 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa terealisasi. Sehingga bisa
mendatangkan devisa sekitar 2 miliar dolar AS beredar di Yogyakarta dan Jawa
Tengah atau sekitar Rp 30 triliun,” kata Menpar saat melakukan kunjungan kerja
ke YIA di Desa Temon Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),
Jumat (23/8).
Menurut
Menpar, selama ini masalah utama terkait kunjungan wisman ke Yogyakarta dan
Jawa Tengah adalah kapasitas bandara yang tidak sebanding dengan permintaan
yang besar. Kapasitas di bandara Adi Sucipto Yogyakarta sebelumnya hanya 1,8
juta penumpang per tahun. Jauh lebih kecil dari YIA yang delapan kali lipat
lebih besar.
“Load factor-nya 8,4 juta penumpang,
sehingga kalau bandara sudah 100 persen (beroperasi), saya confidence akan tercapai 2 juta wisman,” kata Menpar Arief.
Arief
Yahya mencontohkan keberadaan bandara Silangit di Danau Toba yang mampu
meningkatkan jumlah wisatawan dengan sangat cepat. Pada 2016 pergerakan
penumpang tercatat 155.214 orang, lalu naik 82 persen pada 2017 menjadi 282.586
orang. Kemudian pada 2018 pergerakan penumpang tercatat 425.476 orang atau naik
50,56 persen dibandingkan dengan 2017.
“Kalau
aksesnya sudah jadi, amenitas yang dibangun juga akan mengikuti. Sama seperti
Danau Toba. Setelah ada Silangit, tujuh investor dengan total Rp 6 triliun hadir
di sana, itu contoh yang bagus,” katanya.
Direktur
Angkasa Pura I Faik Fahmi menjelaskan, sebagai langkah awal pihaknya memberikan
promosi yaitu membebaskan landing fee selama enam bulan dan memastikan proyek
pembangunan infrastruktur YIA selesai pada April 2020.
“Landing fee bagian dari strategi promosi
kita, sehingga bisa meningkatkan awareness
bagi wisatawan yang datang ke YIA,” katanya.
Faik
Fahmi juga menjelaskan, YIA punya berbagai kelebihan dibanding bandara lain di
Indonesia. Salah satunya yakni panjang landasan pacu (runway) yang akan mencapai
3.250 meter.
Runway ini akan mampu melayani lalu
lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta
Boeing 747 dan 777.
“Sehingga
pesawat berbadan besar asal China, Korea, Australia dan Eropa bisa langsung
mendarat di sini,” katanya.
Kapasitas
penumpang yang bisa dilayani di YIA mencapai 14 juta orang pertahun. Jumlah ini
delapan kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas bandara Adi Sucipto
Yogyakarta yang sebesar 1,7 juta penumpang pertahun.
YIA
memiliki runway atau landas pacu sepanjang 3.250 x 45 meter dengan 23 parking
stand seluas 159.140 m2. NYIA juga akan dilengkapi fasilitas sebanyak 10 unit
garbarata.
Terkait
integrasi antarmoda, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah alternatif moda
angkutan umum bagi masyarakat yang akan menuju YIA seperti kereta api dan Bus
Damri.




