Rabu, Maret 4, 2026

Banten Alami Inflasi 0,20 Persen di Agustus 2018

Must Read

Moneter.id – Provinsi Banten pada Agustus 2018 mengalami
inflasi 0,20% dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercermin dari meningkatnya
angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 141,47 menjadi 141,75.
    


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno mengatakan,
inflasi dipicu oleh enam dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami
kenaikan indeks. 

“Keenam kelompk itu seperti, pendidikan,
rekreasi dan olahraga yang naik 1,67%; perumahan, air, listrik dan gas 0,75%;
transfortasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,34%; makanan jadi, minuman, rokok
dan tembakau 0,15%; kesehatan 0,14% dan kelompok sandang naik 0,09%, sedangkan
kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks sebesar -0,91%;
,” ujar
Agoes, di Serang dilansir Antara, Rabu (12/9).
      
Agoes menjelaskan berdasarkan pemantauan pihaknya terhadap
415 jenis barang dan jasa di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon, diketahui
sebanyak 254 komoditas mengalami perubahan harga.

“Sebanyak 165 komoditas mengalami
kenaikan harga dan sisanya sebanyak 89 komoditas mengalami penurunan harga,”
katanya.

      
Agoes mengatakan, komoditas yang memberikan andil/sumbangan
terhadap inflasi Banten adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan
bakar sebesar 0,1700%; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,1418%; transpor,
komunikasi dan jasa keuangan 0, 0557%; makanan jadi, minuman, rokok dan
tembakau 0,0306%; kesehatan 0,0056%; kelompok sandang 0,0038% serta kelompok
bahan makanan sebesar -0,2118%.

      
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi
antara lain perlengkapan sekolah dasar, batu bata/batu tela, melon, batako,
ketimun dan buncis,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut  Agoes, komoditas yang mengalami penurunan
harga paling banyak antara lain adalah tahu mentah, cabe merah, telur ayam ras,
ikan asin belah, bawang merah dan komputer tablet.

      
Dari 109 komoditas yang ada pada kelompok bahan makanan, 105
komoditas diantaranya mengalami koreksi harga. Koreksi harga positif atau
peningkatan harga terjadi pada 50 jenis komoditas.

Komoditas yang dominan memberikan andil
inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras 0,0580%, susu untuk balita
0,0440%, melon 0,0384%, tauge/kecambah 0,0306%, ketimun 0,0163% dan mujair
sebesar 0,0091%.

      
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok
makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau adalah komoditas wafer sebesar 0,0123%,
kopi manis 0,0102%, biskuit 0,0054% sama dengan rokok kretek dan rokok kretek
filter 0,0049%.

      
Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan
bahan bakar memberikan andil inflasi sebesar 0,1700%. Komoditas terbesar yang
menyumbang andil inflasi pada kelompok ini adalah komoditas kontrak rumah
dengan andil sebesar 0,0378% dan batu bata/batu tela sebesar 0,0341%.

     
Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok sandang
adalah seragam sekolah anak sebesar 0,0039%, kerudung/jilbab 0,0033 persen,
baju kaos/T-Shirt 0,0009%, pembalut wanita 0,0007% dan seragam sekolah pria
sebesar 0,0005%.

      
Dari 38 komoditas yang ada pada kelompok kesehatan, 20
komoditas diantaranya mengalami koreksi harga. Komoditas yang dominan
memberikan andil inflasi diantaranya adalah shampo naik sebesar 0,0048%, parfum
sebesar 0,0044%, obat dengan resep sebesar 0,0043% dan hand body lotion sebesar
0,0007%.

     
Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah
raga pada bulan ini memberikan andil inflasi sebesar 0,1418%. Komoditas yang
memberi andil inflasi terbesar pada bulan ini adalah sekolah dasar dengan andil
0,1091% dan SLTP yang memberikan andil sebesar 0,0105%.

       
Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada
kelompok transfortasi, komunikasi dan jasa keuangan adalah angkutan udara
dengan andil sebesar 0,0444%, disusul kemudian oleh komoditas mobil 0,0076%. 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Spotify Ungkap Perubahan Pola Konsumsi Audio Masyarakat Indonesia Selama Ramadan

Kebiasaan mendengarkan masyarakat Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan. Berdasarkan data terbaru dari Spotify, aliran...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img