Minggu, Maret 1, 2026

BEI : Ada 44 Perusahaan Masuk Daftar Antri IPO

Must Read

MONETER – PT
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat sebanyak 44 perusahaan berada
dalam pipeline pencatatan perdana
saham (IPO) per 31 Maret 2023, yang didominasi oleh sektor barang konsumen non
primer (consumer cyclicals).

 

“Saat ini, terdapat 44 perusahaan masuk daftar antri dalam
pipeline pencatatan saham BEI,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede
Nyoman Yetna, Selasa (4/4/2023).

 

Rinciannya, 11 perusahaan dari sektor barang konsumen non
primer (consumer cyclicals), enam
perusahaan dari sektor barang baku, enam perusahaan dari sektor teknologi,
serta empat perusahaan dari sektor barang konsumen primer.

 

Kemudian, empat perusahaan dari sektor properti, empat
perusahaan dari sektor transportasi & logistik, tiga perusahaan dari sektor
keuangan, tiga perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor
energi, serta satu perusahaan dari sektor infrastruktur.

 

Merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 14
perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp250 miliar, 26 perusahaan dengan
aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp 250 miliar, sisanya, empat
perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

 

Hingga periode yang sama, pihaknya mengungkapkan telah
terdapat 28 perusahaan yang mencatatkan perdana saham (IPO) di BEI selama tahun
2023, dengan dana dihimpun mencapai Rp12,5 triliun.

 

“Terdapat 14 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue dengan total nilai mencapai
Rp14,2 triliun hingga 31 Maret 2023,” kata Nyoman lagi.

 

Kemudian, masih terdapat lagi 24 perusahaan tercatat yang
sedang mengantri atau berada dalam pipeline
right issue
BEI hingga periode tersebut.

 

Dari 24 perusahaan tersebut, dia menjelaskan delapan
perusahaan dari sektor keuangan, enam perusahaan dari sektor barang konsumen
non primer, empat perusahaan dari sektor barang konsumen primer, dan tiga
perusahaan dari sektor energi.

 

Selain itu, terdapat satu perusahaan yang masing- masing
dari sektor barang baku, teknologi, serta transportasi & logistik.

 

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan kinerja IHSG turun
0,66 persen secara year to date (ytd) hingga 31 Maret 2023, namun masih
mencatatkan inflow investor non-resident sebesar Rp6,62 triliun.

 

Selain itu, penghimpunan dana melalui pasar modal
mencapai Rp54,24 triliun hingga 31 Maret 2023. “Tren pertumbuhan jumlah
investor juga terus berlanjut dengan jumlah investor pasar modal mencapai 10,76
juta investor per 30 Maret 2023,” ujar Inarno.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img