Kamis, Januari 15, 2026

BFI Finance Siap Lunasi Obligasi Rp1 Triliun yang Jatuh Tempo Maret 2021

Must Read

Moneter.id – Hasil Public Expose
Tahunan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) yang digelar akhir pekan
lalu menyatakan siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada Maret 2021
sebesar Rp 1 triliun.

Direktur BFI Finance Sudjono menyampaikan, pihaknya
telah melunasi obligasi tahun 2017 seri C sekitar Rp 400 miliar.
“Selanjutnya di bulan Maret 2021, akan ada obligasi yang akan jatuh tempo
sebesar Rp 1 triliun dan dana untuk pelunasan obligasi tersebut telah disiapkan
dari cadangan kas internal perusahaan,” katanya.

Disebutkan, total pinjaman perseroan sampai kuartal
III/2020 mencapai Rp 9,63 triliun atau turun 15,4% secara tahunan (year on year/yoy). Ekuitas perseroan
turun tipis 3,1% (yoy) menjadi Rp 6,29 triliun. Sedangkan total aset mencapai
Rp 16,74 triliun atau merosot 10,4% (yoy).

Terkoreksinya total aset tersebut salah satunya
dipengaruhi anjloknya pembiayaan baru perseroan pada kuartal III/2020 sebesar
52% (yoy) menjadi Rp 5,43 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan tercatat
sebesar Rp 14,82 triliun, turun 17,6% (yoy).

“Pihaknya sedang melakukan proses budgeting secara internal sehingga belum dapat memberikan informasi
target pembiayaan baru tahun 2021. Namun perseroan berharap dapat mengembalikan
posisi bisnis ke awal sebelum terjadinya pandemi,” ucap Sudjono.

Dalam strateginya, BFI Finance sudah merasa cukup
melakukan pembiayaan pada segmen konsumer. Ekspansi lewat beberapa produk
syariah belum bisa berkembang lebih lanjut.

“Karena terkena imbas Covid-19, namun
produk-produk seperti ini akan dikembangkan oleh BFI Finance di tahun-tahun
yang akan datang,” ujar Sudjono.

Selain itu, porsi terbesar perseroan masih pada sektor
kendaraan bermotor yang akan terus dipertahankan. Namun demikian, perseroan
juga berharap bisa memperbesar produk property
backed financing
di masa mendatang, saat ini produk tersebut masih memiliki
nilai cukup kecil.

Dari aspek pendanaan, setidaknya perseroan mencatatkan
tiga rentetan pendanaan sepanjang tahun 2020. Pertama, pada 17 Maret 2020, perseroan menandatangani perjanjian
pinjaman sindikasi sebesar US$ 100 juta.

Kedua
pada 26 Agustus 2020, yakni emisi obligasi senilai Rp 832 miliar. Ketiga, pada 26 Agustus 2020 terkait
perjanjian kerjasama penyaluran pembiayaan dengan limit sebesar Rp 1 triliun.

Hingga kuartal III/2020 BFI Finance mencatatkan laba
bersih sebesar Rp 520,53 miliar atau turun 52,24% (yoy). Hal itu dipengaruhi
terpangkasnya total pendapatan dan pembentukan pencadangan. Namun demikian,
sampai akhir tahun perseroan meyakini laba bersih masih mampu dibukukan
positif.

“Pembiayaan baru sampai dengan bulan September
2020 sebesar Rp 5,4 triliun. Sedangkan untuk net profit tahun 2020 masih belum
diperkirakan namun BFI Finance tetap akan mencatatkan net profit di tahun
2020,” jelas Sudjono.

Dari ikhtisar laba dan rugi perseroan, capaian di
kuartal III-2020 menunjukan geliat membaik dibandingkan perolehan pada kuartal
II-2020.

Total pendapatan naik 0,7% (qtq) menjadi sebesar Rp
1,07 triliun. Beban bunga dan keuangan mampu dipangkas 10,2% (qtq) menjadi
sebesar Rp 208 miliar. Beban operasional pun turun 24,0% (qtq) menjadi sebesar
Rp 625 miliar.

Lebih lanjut, laba sebelum pajak sepanjang kuartal
III-2020 dibukukan sebesar Rp 283 miliar atau naik 2.417% (qtq). Alhasil, laba
bersih yang berhasil dicetak BFI Finance sebesar Rp 189 miliar atau naik 4.414%
(qtq).


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img