Moneter.co.id – Secara global maupun regional,
gelombang “shifting” di bidang ekonomi sedang terjadi saat ini. Salah satu
dampak terbesarnya adalah berubahnya pola konsumsi atau belanja, maupun
aspek-aspek terkait yang semestinya segera diantisipasi para pelaku bisnis.
Konsumen Indonesia secara umum
telah mengalami pergeseran perilaku dalam menentukan prioritas belanja. Salah
satu poin utamanya adalah terkait keputusan atau prioritas dalam berbelanja.
Dalam hal mempergunakan uang yang
dimiliki, konsumen kian terfokus pada tiga sektor: kebutuhan dasar keseharian
(terutama pangan), kebutuhan masa depan (terutama pendidikan), serta kebutuhan
berbasis pengalaman dan kesenangan (terutama gaya hidup dan rekreasi).
Peningkatan rata-rata untuk ketiga sektor tersebut mencapai 12 persen dibanding
tahun lalu.
Bhinneka (Bhinneka.com) menangkap dan
memaksimalkan peluang ini. Sebagai e-Commerce senior di
Indonesia yang juga melayani lini business-to-business (B2B),
salah satu fokus Bhinneka adalah menjaga dan melakukan percepatan pertumbuhan
klien korporasi di sektor-sektor yang belum terlalu terjaring sebelumnya, dan
di akhir 2017 ini, Bhinneka mulai melirik sektor perhotelan.
Heriyadi Janwar, Director of
Corporate Sales Bhinneka mengatakan, sebagai pionir e-Commerce dengan
layanan mandiri untuk kebutuhan pengadaan korporasi (corporate smart
procurement), kami melihat potensi besar di sektor perhotelan.
“Dibuktikan dengan peningkatan
kebutuhan dari pelaku bisnis di bidang hospitality yang tercatat
konsisten dan cukup signifikan, khususnya sepanjang tahun 2017,” ungkapnya
pada keterangan persnya, Kamis (16/11) .
Selain menjadi penyedia semua
kebutuhan pengadaan bisnis bagi para klien existing, lanjut
Heriyadi, Bhinneka terus aktif melakukan kegiatan agar bisa dikenal lebih luas.
Salah satunya dengan menggelar “Smart Solution Day” di Bali, yang telah dikenal
sebagai sentra bisnis pariwisata di Indonesia, pada 23 November 2017
mendatang.
“Kegiatan ini merupakan salah
satu bentuk pendekatan aktif kami kepada para pelaku usaha. Mengangkat tema
besar ‘Smart Management Platform untuk Hotel dan Asset
Handling’, Bhinneka menjadi mitra untuk semua hal yang berkaitan dengan
pengelolaan teknis dan IT,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengaturan jaringan
internet baik untuk penggunakan internal maupun bagi para tamu, pemanfaatan
aplikasi dan software, sampai pengelolaan inventori yang sangat
penting dalam bisnis perhotelan yang kian kompetitif.
Seperti diketahui, saat ini
tengah terjadi ledakan bisnis perhotelan di beberapa kota besar di Indonesia.
Selain di Bali, yang sebagian besar Penghasilan Asli Daerahnya (PAD) disumbang
oleh sektor tersebut, disusul pula Bandung, Yogyakarta, Lombok, beberapa
kawasan di Sumatera, bahkan hingga ke Papua dengan Raja Ampatnya. Sehingga
pengelolaan sistem terkait IT diharapkan bisa menggawangi pelaku bisnis dalam
operasionalnya.
Ledakan bisnis perhotelan ini
pula tercermin dari pertumbuhan jumlah klien B2B Bhinneka. Sepanjang 2017,
mitra bisnis Bhinneka telah meningkat sebesar 70%, dan bukan mustahil
angka ini akan semakin meningkat.
Sementara itu, peningkatan jumlah
mitra bisnis Bhinneka dari sektor perhotelan juga sejalan dengan pertumbuhan penyerapan
produk. Demi kebutuhan operasional bisnis, terjadi dongkrakan angka pemasaran
produk-produk terkait. Mulai dari Server, komputer (Desktop PC, 2-in-1 PC, Mini
PC, dan laptop), tablet yang menjadi perpanjangan peranti
dalam melayani tamu, dan sebagainya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan
kebutuhan di masing-masing sektor, angka serapan untuk produk-produk terkait
sangat signifikan. Dalam pengelolaan aset dan inventori, misalnya, kini semua
bisa dikelola secara digital demi memudahkan divisi-divisi terkait di hotel. Semua
tentunya berujung pada efisiensi pengelolaan, dan memaksimalkan roda usaha yang
berjalan.
“Terkait hal ini, Bhinneka sangat
bangga bisa menjadi bagian dari pembenahan profesionalisme rekan-rekan di
bidang hospitality tersebut,” pungkasnya.
Semua layanan kemitraan ini, dapat
diakses para pelaku bisnis dengan mudah. Semudah membuka laman B2B Bhinneka,
untuk semua keperluan. Termasuk pembelanjaan korporasi yang dilakukan sendiri
secara online, konsultasi dengan para Business Consultants di
Bhinneka, dan sebagainya. (TOP)




