Kamis, Maret 5, 2026

BI: Bulan Ini Manado Diprediksi Inflasi 1,0 Persen

Must Read

Moneter.co.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan Kota Manado Provinsi
Sulawesi Utara (Sulut) akan mengalami inflasi di kisaran 0,8 hingga 1,0 persen
pada bulan Desember 2017.



“Memasuki
bulan Desember 2017, Bank Indonesia memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK)
Sulut akan berada pada kisaran 0,8-1,0 persen (mtm), karena akan ada
peningkatan sejumlah kebutuhan pokok jelang Natal,” kata Kepala BI
Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, Selasa (05/12).

Soekowardojo
mengatakan perkiraan terjadinya inflasi dipengaruhi oleh tingkat permintaan
yang meningkat tinggi pada akhir tahun. “Puncak
konsumsi masyarakat Sulut terjadi pada akhir tahun khususnya menjelang hingga
perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Sesuai
dengan perkembangan historisnya, harga bawang, rica (cabai), tomat (Barito)
diperkirakan mulai mengalami kenaikan sejak awal Desember hingga pada perayaan
hari raya di akhir tahun.

“Pada
bulan November 2017, IHK Sulut yang diwakili oleh Kota Manado kembali mencatat
deflasi yakni sebesar -0,09 persen (mtm), sehingga telah tercatat mengalami
deflasi sepanjang 4 bulan terakhir sejak Agustus 2017,” ujar Soekowardojo. 

Realisasi
tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata historis bulan
November 5 tahun terakhir yang tercatat inflasi 1,14 persen. 

Dengan
angka tersebut, katanya, maka secara tahunan inflasi Sulut pada bulan November
2017 tercatat sebesar 0,38 persen (yoy), dengan inflasi tahun kalender sebesar
1,93 persen (ytd). 

Deflasi
Sulut pada bulan November tersebut berbeda arah dibandingkan dengan nasional
yang mencatat inflasi. Nasional mencatat inflasi sebesar 0,20 persen (mtm), dan
secara tahunan sebesar 3,30 persen (yoy).

“Terjadinya
deflasi pada November 2017 didorong oleh penurunan harga pada kelompok volatile food (VF) dan administered prices (AP) serta
meredahnya tekanan harga pada kelompok inflasi inti (core),” jelasnya.

Kelompok
VF tercatat deflasi sebesar -0,18 persen (mtm). Penurunan tekanan harga di
kelompok VF didorong oleh turunnya harga aneka buah-buahan khususnya buah apel
dan semangka seiring dengan melimpahnya pasokan. 

Sementara
itu, kata Soekowardojo, kelompok AP tercatat deflasi sebesar -1,02 persen (mtm)
yang didorong oleh sub kelompok non-energi khususnya tarif angkutan udara yang
kembali normal.  “
Di sisi
lain, deflasi yang lebih dalam ditahan oleh inflasi kelompok inti,” jelasnya. 

Kelompok
inti tercatat inflasi sebesar 0,27 persen (mtm) yang disebabkan baik oleh sub
kelompok core traded maupun non-traded.
“Komoditas kelompok inti yang mencatat inflasi
adalah jeruk nipis, emas perhiasan dan aneka makanan jadi,” jelasnya.

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img