Kamis, April 23, 2026

BPS: Ekspor Indonesia Defisit USD 1,02 Miliar

Must Read

Moneter.id – Sepanjang
Januari-Juni 2018 atau Semester I/2018 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
data ekspor Indonesia mengalami defisit USD1,02 miliar.

Kepala BPS Kecuk Suharyanto
mengatakan, secara kumulatif ekspor Januari-Juni 2018 sebesar USD88,02 miliar.
Angka ini naik 10,03% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai USD80,00 miliar.

“Untuk impor
tercatat USD89,04 miliar atau naik 23,10% dibandingkan tahun sebelumnya yang
mencapai USD72,33 miliar,” ujarnya, Senin (16/07).

“Kalau
kita gabung Januari-Juni kita masih defisit, karena sejak Januari, Februari,
April, Mei kita mengalami defisit, surplusnya hanya terjadi pada bulan Maret
dan Juni,” ujar Kecuk.

Menurut Kecuk, kondisi ini
disebabkan harga minyak mentah dunia yang terus naik, sehingga tidak bisa
dikompensasi oleh ekspor nonmigas yang mengalami surplus sejak awal 2018.

Informasi saja, ekspor
nonmigas secara kumulatif Janurai-Juni 2018 tercatat USD79,38 miliar atau naik
9,66% dibandingkan tahun sebelumnya USD72,39 miliar.

Sementara
impor nonmigas tercatat USD75,00 miliar atau naik 23,54% dibandingkan tahun
sebelumnya USD60,71 miliar.

Sementara itu, neraca
perdagangan nonmigas Indonesia surplus terhadap negara Amerika Serikat (AS),
India, dan Belanda. Sedangkan mengalami defisit terhadap negara Australia,
Thailand, dan Tiongkok.

Adapun untuk sektor migas
sendiri, sepanjang Januari-Juni tercatat defisit USD5,3 miliar. Di mana ekspor
migas mencapai USD8,63 miliar, lebih rendah dari impor migas yang sebesar
USD14,03 miliar.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

AI Jadi Senjata Baru Lawan Fraud, SEON Percepat Ekspansi di Pasar Indonesia

Perusahaan teknologi pencegahan fraud dan kepatuhan anti pencucian uang (AML), SEON, semakin agresif menggarap pasar Indonesia di tengah lonjakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img