Rabu, Maret 4, 2026

BTN Kantongi Laba Rp801 Miliar per Kuartal III/2019

Must Read

Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba senilai
Rp801 miliar per kuartal III/2019.

Plt. Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto R mengatakan dengan peningkatan
alokasi ke Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tersebut, laba bersih kami
berada di posisi Rp801 miliar pada kuartal tiga ini. Hingga akhir tahun, kami
membidik rasio CKPN terus naik ke level di atas 70%,” ujarnya.

“Perseroan berkomitmen meningkatkan rasio pencadangan. Komitmen tersebut
ditunjukkan dengan mengerek naik nilai CKPN sebesar 21,34% secara tahunan (yoy)
dari Rp1,79 triliun menjadi Rp2,18 triliun pada September 2019,” ujarnya di
Jakarta, Kamis (14/11).

Secara rasio, CKPN perseroan naik ke level 52,67% pada September 2019 dari
38,58% di bulan yang sama tahun lalu. “Dengan peningkatan alokasi ke CKPN
tersebut, laba bersih kami berada di posisi Rp801 miliar pada kuartal tiga ini.
Hingga akhir tahun, kami membidik rasio CKPN terus naik ke level di atas 70%,”
ujarnya.

Oni menuturkan, perolehan laba bersih tersebut disumbang pendapatan bunga
perseroan serta efisiensi yang dilakukan. Pendapatan bunga Bank BTN tercatat
melaju di atas kenaikan penyaluran kredit meski di tengah kondisi penurunan
suku bunga acuan.

Pendapatan bunga Bank BTN terekam naik sebesar 17,97% yoy atau berada di
atas laju kredit di level 16,75% yoy.

Catatan keuangan perseroan menunjukan pendapatan bunga per kuartal III/2019
senilai Rp19,32 triliun atau naik dari Rp16,38 triliun pada September 2018.

Perseroan juga berhasil melakukan efisiensi dengan pertumbuhan biaya
operasional di luar CKPN hanya sebesar 1,3% yoy per September 2019. Angka
tersebut turun jauh di bawah kenaikan biaya operasional di luar CKPN pada 2018
sebesar 11,2% yoy.

Pertumbuhan biaya operasional tersebut juga berada jauh di bawah kenaikan
aset yang melesat sebesar 16,1% yoy per September 2019.

Untuk pendapatan bunga Bank BTN ditopang penyaluran kredit perseroan yang
naik sebesar 16,75% yoy dari Rp220,07 triliun pada September 2018 menjadi
Rp256,93 triliun di bulan yang sama tahun ini. Kenaikan kredit tersebut
ditopang pertumbuhan positif pada KPR Subsidi.

Laporan keuangan BTN tersebut menunjukkan KPR Subsidi Bank BTN melesat di
level 25,54% yoy dari Rp88,92 triliun menjadi Rp111,64 triliun per kuartal
III/2019.

Menurut Oni, hingga akhir tahun nanti, BBTN akan tetap mengutamakan prinsip
kehati-hatian, perbaikan kualitas, dan penyesuaian dengan likuiditas dalam
penyaluran kreditnya.

Dengan fokus tersebut, lanjutnya, perseroan membidik pertumbuhan kredit
yang lebih realistis. “Target pertumbuhan kredit kami akan realistis di angka
8%-10% sampai dengan akhir 2019,” kata dia.

Di sisi lain, pada kuartal III/2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan
penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 18,1% yoy. DPK BBTN tercatat naik
dari Rp195,05 triliun pada September 2018 menjadi Rp230,35 triliun pada bulan
yang sama tahun ini.

Dengan capaian penyaluran kredit dan penghimpunan DPK tersebut, Bank BTN
mencatatkan kenaikan aset sebesar 16,12% yoy dari Rp272,3 triliun pada kuartal
III/2018 menjadi Rp316,21 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img