Jumat, Juni 12, 2026

Datadog Pacu Era Operasional Otonom Lewat Ratusan Inovasi AI Baru

Must Read

Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif mendorong perusahaan teknologi berlomba menghadirkan solusi yang mampu mengurangi kompleksitas operasional. Menjawab tantangan tersebut, Datadog memperkenalkan lebih dari 100 kemampuan dan integrasi baru dalam ajang tahunan DASH 2026, dengan fokus pada peningkatan otomatisasi, keamanan, dan visibilitas sistem berbasis AI.

Perusahaan observability dan keamanan berbasis AI itu menegaskan bahwa inovasi terbaru yang diluncurkan dirancang untuk membantu organisasi mengelola lingkungan teknologi yang semakin kompleks, sekaligus mempercepat respons terhadap gangguan dan ancaman keamanan.

Co-founder sekaligus Chief Technology Officer Datadog, Alexis Lê-Quôc, mengatakan konsistensi investasi perusahaan pada penelitian dan pengembangan menjadi kunci lahirnya berbagai inovasi baru tersebut.

“Kami secara konsisten mengalokasikan sekitar 30% dari pendapatan untuk penelitian dan pengembangan (R&D), itulah sebabnya kami mampu memahami secara mendalam dan mengatasi masalah yang dihadapi pelanggan kami setiap hari dalam mengelola kompleksitas operasional,” ujar Lê-Quôc.

Menurutnya, seluruh fitur yang diperkenalkan dalam DASH tahun ini bertujuan membantu pelanggan memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap masalah yang muncul di lingkungan teknologi mereka.

“Di DASH, kami meluncurkan lebih dari 100 kemampuan yang disatukan dalam satu tujuan: memberikan visibilitas yang dibutuhkan pelanggan untuk menemukan dan memperbaiki masalah yang paling penting, tepat pada saat masalah tersebut muncul,” katanya.

Salah satu pembaruan terbesar datang dari Bits AI, rangkaian agen AI milik Datadog yang kini berkembang dari sekadar alat investigasi menjadi sistem yang mampu bertindak secara mandiri. Teknologi tersebut dapat mendeteksi gangguan, melakukan analisis akar masalah, memberikan rekomendasi, hingga menjalankan tindakan perbaikan secara otomatis sesuai batasan yang telah ditentukan pengguna.

“Hingga saat ini, Bits AI dari Datadog berfokus pada penyelidikan akar masalah. Kini — dengan Bits Detection, Agent Evals, Infrastructure, Code, Release, Data Analysis, Testing, dan Chat — Bits AI mampu beroperasi secara sepenuhnya otonom, sehingga menjadi rekan kerja andal yang beroperasi di setiap tahap siklus hidup produksi dan siklus pengembangan,” ujar Lê-Quôc.

Kemampuan tersebut tidak hanya diterapkan pada aplikasi dan infrastruktur tradisional. Melalui fitur Agent Eval, Bits AI juga dapat menganalisis dan memperbaiki masalah yang terjadi pada agen AI, sebuah kebutuhan yang semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan agen otomatis di lingkungan perusahaan.

Di sektor keamanan, Datadog memperkenalkan AI Guard, solusi yang dirancang untuk melindungi agen AI dari serangan agent poisoning. Serangan jenis ini dinilai semakin berbahaya karena mampu menyisipkan instruksi tersembunyi yang dapat mengubah perilaku agen AI dan memicu kebocoran data sensitif.

Vice President Security Products Datadog, Tim Knudsen, menjelaskan bahwa pendekatan keamanan tradisional tidak lagi cukup untuk mendeteksi ancaman terhadap agen AI yang bekerja secara mandiri.

“AI Guard terbaru dari Datadog menggunakan kombinasi unik antara pelacakan agen telemetri yang mendalam dan analisis anomali perilaku berbasis AI yang mempertahankan konteks antar-tahap, untuk mendeteksi dan memblokir serangan agen AI yang biasanya terlewatkan oleh evaluasi prompt-dan-respons yang tidak mempertahankan konteks,” ujarnya.

Selain memperkuat keamanan, Datadog juga merespons meningkatnya kebutuhan pengelolaan data AI melalui peluncuran Bring Your Own Cloud. Solusi ini memungkinkan pelanggan menjalankan platform Datadog langsung di lingkungan cloud milik mereka sehingga data dapat diproses dan disimpan di infrastruktur sendiri tanpa kehilangan visibilitas operasional.

Datadog juga memperkenalkan Bits Agent Builder untuk membantu perusahaan membangun agen AI yang dapat mengotomatisasi berbagai proses operasional. Sementara itu, Agent Console hadir sebagai pusat pemantauan yang memungkinkan organisasi mengukur efektivitas penggunaan agen AI dan berbagai alat pengembangan berbasis AI seperti Claude Code, Cursor, serta GitHub Copilot.

Lê-Quôc menilai transparansi terhadap penggunaan agen AI akan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan bisnis ke depan.

“Meskipun tidak diragukan lagi bahwa agen pemrograman mempercepat pengembangan perangkat lunak, kurangnya visibilitas membuat sulit untuk mengetahui dampak penuh yang ditimbulkan agen-agen ini terhadap bisnis. Agent Console memberikan visibilitas yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting bagi pengguna mengenai pengguna agen yang paling aktif, tugas-tugas yang paling baik dikerjakan oleh agen serta di mana mereka mengalami kesulitan, dan bagaimana hasil kerja yang dihasilkan agen berkorelasi dengan pengeluaran,” katanya.

Melalui berbagai peluncuran tersebut, Datadog menunjukkan bahwa persaingan di era AI tidak lagi hanya soal kecerdasan model, tetapi juga kemampuan perusahaan menyediakan sistem yang aman, terukur, dan mampu beroperasi secara semakin otonom.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Wisatawan Kian Selektif, Yogyakarta Tetap Jadi Magnet Perjalanan Domestik

Ketidakpastian ekonomi tidak serta-merta mengurangi minat masyarakat untuk berwisata. Di tengah tekanan daya beli, wisatawan domestik justru semakin selektif...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img