Rabu, Maret 4, 2026

Didorong Program Sejuta Rumah, Aset BTN Melonjak Lebih dari Rp300 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berhasil mewujudkan ambisinya
menjadi Bank nomor 5 terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Aset perseroan
meningkat dalam satu tahun terakhir hingga lebih dari Rp300 triliun atau naik
sekitar 17% dibandingkan pencapaian tahun 2017 lalu yang tercatat sebesar
Rp261,5 triliun.

“Peningkatan
aset Bank yang fokus pada kredit perumahan tersebut diiringi dengan pertumbuhan
kredit yang positif meski dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi gejolak
ekonomi global,” kata Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta, Minggu (10/2).

Menurut
Maryono, selama 69 tahun mengabdi untuk negeri, Bank BTN telah merealisasikan
kredit sekitar Rp523 triliun yang didominasi oleh kredit pemilikan rumah (KPR).
Kredit dan pembiayaan tersebut mengalir kepada lebih dari 4,5 juta keluarga di
Indonesia.

“Peningkatan
aset dan kucuran kredit BTN banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah yang
diinisasi oleh Pemerintah pada tahun 2015, di mana program memacu Bank BTN
untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan
rendah hingga milenial untuk memiliki rumah,” kata Maryono.

Maryono
mengapresiasi Pemerintah, regulator dan masyarakat Indonesia dalam mendukung
kinerja Bank BTN selama 69 tahun berdiri.

“Kepercayaan
keluarga Indonesia terhadap Bank BTN untuk memberikan layanan perbankan dan
kepercayaan pemerintah untuk mengalirkan bantuan subsidi KPR melalui perseroan
memotivasi Bank BTN untuk terus berkembang lebih baik,” paparnya.

Untuk tahun
depan, Maryono optimistis akan lebih baik setelah meletakkan pondasi bisnis dan
program kerja yang terarah sesuai hasil rapat kerja BTN tahun 2019 yang
dihadiri segenap jajaran manajemen BTN pada Januari lalu.

Tahun 2019 menjadi salah satu tahun
penentuan bagi Bank BTN karena sejumlah program yang akan memperkuat peran
perbankan sebagai kontributor terbesar di Program Sejuta Rumah berjalan, di
antaranya program pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri
dan juga TNI dan juga rencana pemerintah untuk menggulirkan program Tapera
selain keberlanjutan program sejuta rumah oleh pemerintah.

“Ketiga hal ini akan menentukan
dominasi Bank BTN untuk menguasai bisnis KPR baik subsidi maupun non subsidi,”
kata Maryono.

Berdasarkan data per Juni 2018, tercatat Bank BTN telah menguasai
pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 94%.
Sementara, menurut data per Maret 2018, untuk KPR secara nasional BTN menguasai sekitar 37%.

Maryono
menjelaskan,
Bank BTN tetap memegang komitmennya
dalam mendorong sektor properti di Indonesia dengan menguatkan peran Housing
Finance Center (HFC) untuk meningkatkan jumlah pengembang dan kualitas
wirausaha properti di Indonesia.

“HFC akan lebih intensif melakukan
program pelatihan dan advisory yang berkelanjutan bagi developer baru melalui
kerja sama dengan berbagai stakeholder (APERSI, HIPMI, PUPERA dan Universitas)
serta secara regular menyusun berbagai riset untuk mendukung skema pembiayaan
perumahan bagi segmen MBR,”
bebernya. 


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img