Kamis, Maret 5, 2026

Dirut BTN: Tutup Backlog Hingga 50 Persen Perlu Produksi 5 Juta Unit Rumah

Must Read

Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk
(Persero) atau BTN melalui jajaran manajemennya menyatakan optimistis akan
mampu memperkecil kesenjangan (backlog) antara permintaan dan suplai rumah.

“Pemerintah dalam empat
tahun terakhir telah memberikan kontribusi besar dalam program sejuta rumah bahkan
dalam tahun 2018 mampu mencapai 1,1 juta unit sebagai upaya memperkecil backlog
perumahan,” kata Direktur Utama BTN, Maryono di Jakarta, Minggu (10/2).

Maryono mengatakan,
pemerintahan kali ini memberikan kontribusi sangat besar bagi program sejuta rumah
melebihi pemerintahan sebelumnya, sehingga optimistis ke depannya untuk
memperkecil backlog akan dapat tercapai.

“Program sejuta rumah
itu tidak berarti 1 juta unit, buktinya tahun 2018 bisa 1, 1 juta unit, ke
depannya bisa saja tercapai 2 juta unit atau bahkan 3 juta unit,” kata
Maryono.

Maryono mengatakan, dalam
program satu juta rumah tahun 2018, BTN memberikan kontribusi dari sisi
pembiayaan sebanyak 750.000 unit, sedangkan untuk tahun 2019 ini BTN memberikan
target minimal dapat tercapai 850.000 unit.

Baca juga: Didorong Program Sejuta Rumah, Aset
BTN Melonjak Lebih dari Rp300 Triliun

Maryono mengatakan untuk
memenuhi target pembiayaan perumahan maka dibutuhkan percepatan terkait
persetujuan pemberian kredit untuk itu di tahun 2019 perusahaan telah
mengembangkan layanan KPR secara online.

“Kami harap tahun ini
dapat mempertahankan kinerja seperti pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga
di atas rata-rata perbankan nasional. Begitu juga jumlah aset yang menempati
peringkat lima perbankan nasional,” ujar Maryono.

Maryono menjelaskan agar bisa menutup backlog sampai 50% maka membutuhkan kapasitas produksi 5 juta
unit dalam kurun waktu 5 tahun.

“Agar dapat dicapai
sangat tergantung dari kesiapan 
teman-teman pengembang dan masyarakat. Peran BTN dalam hal ini sebagai
perantara melalui pembiayaan,” ungkap Maryono.

Maryono mengatakan bagi BTN
untuk memperbesar kapasitas pembiayaan bukan menjadi masalah bisa mencari dari
berbagai sumber mulai dari penerbitan obligasi, sekuritisasi aset, serta dana
pihak ketiga.

“Setidaknya membutuhkan
dana Rp7 triliun yang diblended dari berbagai sumber seperti obligasi,
sekuritisasi aset, dana pihak ketiga. Untuk obligasi sendiri diperkirakan akan
diterbitkan Rp3 triliun di tahun 2019,” jelas Maryono.

Maryono mengatakan untuk
meningkatkan kapasitas produksi rumah BTN juga setiap tahunnya memberikan
pelatihan kepada pengembang baru minimal 1.000 setiap tahun. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img