Selasa, Maret 3, 2026

Distanbun Lebak: Kebijakan Jokowi Mampu Naikkan Produksi Pangan

Must Read

Moneter.id – Kepala
Bidang Produksi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak,
Iman Nurzaman menyatakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu
meningkatkan produksi pangan di Lebak yang mampu surplus 14,3 bulan ke depan.

“Kita
tahun 2018 produksi pangan di sini melimpah dan surplus,” kata Iman di
Lebak, Selasa (9/10).

Ia
menjelaskan, kebijakan Presiden Jokowi sangat menguntungkan petani sehingga
mampu meningkatkan produksi pangan karena pengalokasian anggaran pertanian cukup
besar. “Bahkan, Kabupaten Lebak sejak kurun tiga tahun terakhir menjadikan
daerah lumbung pangan,” ucapnya.

Keberhasilan itu, lanjut Iman, tentu tidak lepas peran pemerintahan Jokowi yang
menyalurkan bantuan pertanian cukup besar guna mendukung swasembada
pangan. “Pengalokasian anggaran pertanian di Kabupaten Lebak tahun 2018
sekitar Rp25 miliar melalui bantuan APBN,” ujarnya.

Bantuan penyaluran pertanian itu untuk kebutuhan sarana produksi (sapras),
seperti penyaluran benih, pupuk dan pestisida. Pencetakan sawah baru juga
bantuan produksi pangan seluas 41.000 hektare.

Selain itu, juga menyalurkan bantuan peralatan pertanian (alsintan),
diantaranya alat pengering gabah, traktor, pompa dan penggilingan beras.

Begitu juga program upaya khusus (upsus) padi, jagung dan kedelai gua
meningkatkan pangan dan peningkatan usaha petani. “Kami yakin
intervensi Jokowi itu mampu meningkatkan produksi pangan juga kesejahteraan
petani,” jelasnya.

Iman mengatakan, selama ini usaha pertanian di Kabupaten Lebak cukup menggeliat
karena pendapatan ekonomi petani meningkat. “Bahkan, petani mampu
membangun rumah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan melaksanakan
ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah,” bebernya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar usaha pertanian pangan dapat
menjadikan pendapatan ekonomi tetap petani yang pada akhirnya bermuara pada
kesejahteraan.

Apalagi, kebijakan Bupati Lebak Iti Octavia menggulirkan program Lebak
Sejahtera. Saat ini, produksi pangan Lebak menyumbangkan ketahanan pangan
nasional sekitar 40% dipasok ke Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.

Berdasarkan data, produksi beras sampai September 2018 surplus 14,3 bulan
dengan produksi sebanyak 271.774 ton setara beras atau 494.135 gabah kering
giling (GKG).   

Sedangkan,  kebutuhan konsumsi beras bagi warga Kabupaten Lebak yang
berpenduduk 1,2 juta jiwa itu sekitar 11.977 ton per bulan atau 143.724 ton per
tahun dengan rata-rata per kapita sebanyak 114 kilogram.

Dengan demikian, produksi beras di Lebak surplus sekitar 175.959 ton dan aman
hingga 14,3 bulan ke depan. “Kami minta petani terus meningkatkan
produksi pangan, sehingga bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran,”
katanya.  

(TOP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img