Rabu, Maret 4, 2026

Ditjen PKH Kementan Berharap Resistensi Antibiotik Masuk Kurikulum FKH

Must Read

Moneter.co.id – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
(Ditjen PKH) Kementerian Pertanian berharap kesadaran terhadap resistensi
antibiotik (antimikroba/AMR) serta penggunaan yang benar dapat menjadi bagian
kurikulum ajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) di Indonesia.



Direktur
Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Maarif mengatakan Perguruan Tinggi
merupakan lembaga yang akan mencetak insan-insan profesional, sehingga
diharapkan FKH mampu mencetak tenaga dokter hewan yang memiliki pemahaman
tentang resistensi antimikroba dan prinsip-prinsip praktik kedokteran hewan
yang baik, khususnya terkait bagaimana antimikroba digunakan secara bijak dan
bertanggung jawab.

“Kami
berharap terjadi peningkatan pemahaman mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan
sebagai calon dokter hewan tentang resistensi antibiotik dan penggunaan obat,
sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan ke arah penggunaan antimikroba
yang bijak dan bertanggung jawab,” kata Syamsul, Minggu (19/11).

Ia juga
mengajak calon dokter hewan untuk peduli dalam penggunaan antimikroba yang
bijak untuk mengendalikan resistensi antimikroba di Indonesia.
“Saat ini laporan di berbagai negara dunia mencatat
adanya peningkatan laju resistensi dalam beberapa dekade terakhir,” kata
Syamsul.
 

Di sisi
lain, penemuan dan pengembangan jenis antibiotik (antimikroba) baru berjalan
sangat lambat yang artinya pola peningkatan laju resistensi sudah berbanding
terbalik dengan penemuan obat antimikroba baru.

Syamsul
menjelaskan jika masyarakat global tidak melakukan sesuatu dalam mengendalikan
laju resistensi, AMR diprediksi akan menjadi pembunuh nomor satu di dunia pada
2050 dengan tingkat kematian mencapai 10 juta jiwa per tahun. Kematian
tertinggi diprediksi terjadi di kawasan Asia.
 

Pemerintah
pum memiliki peran yang penting dalam mengendalikan laju resistensi
antimikroba. Oleh karena itu, Ditjen PKH Kementerian Pertanian mempersiapkan
pembentukan Komite Pengendali Resistensi Antimikroba di Kementerian Pertanian
dan menyiapkan dokumen rencana aksi serta peta jalan pengendalian AMR dalam
kerangka kerja Kesehatan Terpadu (One Health).

Ada pun
kuliah umum ini merupakan bagian dari puncak acara Pekan Kesadaran Antibiotik
Dunia yang diperingati pada 13-19 November 2017.

Kegiatan
ini secara bertahap dilaksanakan di lima universitas yang menyelenggarakan
pendidikan kedokteran hewan di Indonesia, yaitu IPB, UNAIR, UNHAS, UDAYANA, dan
UGM.
 

Pekan
Kesadaran Antibiotik Dunia telah dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan untuk
memperkenalkan dan mengajak kesadaran semua pihak, yaitu pemerintah, masyarakat
umum, akademisi, profesional di bidang kesehatan hewan, dan peternak agar dapat
terlibat dan berkontribusi dalam mengendalikan laju resistensi AMR melalui
kesadaran penggunaan antibiotik yang lebih rasional, bijak dan bertanggung
jawab. (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img