Kamis, Juni 18, 2026

FedEx Bantu Bisnis di Kawasan Asia Pasifik Hadapi Perubahan Aturan De Minimis Uni Eropa

Must Read

Federal Express Corporation (FedEx) memperkuat dukungannya bagi para pelaku bisnis di kawasan Asia Pasifik dalam menghadapi penghapusan bea masuk de minimis (de minimis duty exemption) oleh Uni Eropa yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Perubahan kebijakan ini akan membawa persyaratan kepabeanan baru yang lebih ketat sekaligus berdampak pada biaya pengiriman lintas batas ke kawasan Eropa.Sebagai bagian dari upaya membantu pelanggan mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut, FedEx telah menyelenggarakan serangkaian webinar edukasi yang menjangkau lebih dari 5.000 pelaku bisnis di 12 pasar utama Asia Pasifik. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu perusahaan, mulai dari UMKM hingga korporasi multinational, memahami perubahan regulasi, menjaga kelancaran operasional, , dan mengurangi risiko munculnya biaya tak terduga dalam ekosistem perdagangan global yang kian kompleks.

Tingkat Kesadaran Tinggi, namun Kesiapan Masih Menjadi Tantangan

Hasil survei yang dilakukan setelah webinar menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah mengetahui perubahan aturan de minimis Uni Eropa. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman dan kesiapan implementasi.

Sebagian besar responden, sebanyak 59% pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik, menyatakan telah siap menghadapi perubahan tersebut, sementara 41% sisanya mengaku masih berada dalam tahap awal persiapan atau bahkan belum siap sama sekali.

Beberapa hambatan utama yang dihadapi meliputi:

Keterbatasan akses terhadap panduan yang jelas dan aplikatif (27%)

Kurangnya keahlian internal terkait regulasi kepabeanan Uni Eropa (24%)

Kesulitan mengikuti perubahan aturan serta jadwal implementasi yang terus berkembang (22%)Perusahaan yang belum mempersiapkan diri terhadap persyaratan baru terkait data produk, identifikasi produk (Product Identifier/PID) biaya penanganan yang berlaku di seluruh Uni Eropa, serta standar dokumentasi yang lebih ketat berisiko mengalami keterlambatan proses kepabeanan setelah aturan tersebut diberlakukan.

Pelaku Usaha Menyesuaikan Strategi Perdagangan

Meningkatnya tuntutan kepatuhan dan tekanan biaya mendorong banyak perusahaan untuk mengevaluasi ulang strategi mereka di pasar Eropa. Sebanyak 45% responden melihat regulasi kepabeanan Uni Eropa sebagai salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan bisnis, terutama karena lonjakan biaya keseluruhan (landed costs) (24%) dan beban administratif yang lebih berat (23%).

Lebih dari sepertiga responden (36%) telah atau berencana menyesuaikan harga produk mereka di pasar Eropa. Sementara itu, separuh lainnya mengungkapkan bahwa perubahan ini turut mempengaruhi strategi koridor perdagangan mereka, sehingga mendorong evaluasi ulang terhadap prioritas pasar yang menjadi tujuan ekspor. . Di antara perusahaan yang mulai mendiversifikasi pasar di luar Eropa, kawasan Intra-Asia (28%) dan Amerika Serikat (23%) muncul sebagai tujuan alternatif utama. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan jaringan logistik yang kuat, baik di tingkat regional maupun global.

Membantu Pelanggan Beradaptasi dengan Percaya Diri

“Seiring dengan terus berkembangnya perdagangan global, kami memahami pelaku usaha di Asia Pasifik menghadapi kompleksitas regulasi yang semakin tinggi sembari tetap berupaya memperluas pertumbuhan di berbagai pasar utama,” kata Salil Chari, president, Asia Pacific, FedEx. “Di FedEx, kami memadukan keahlian mendalam di bidang perdagangan internasional, solusi digital, serta kekuatan jaringan global untuk membantu pelanggan beradaptasi lebih cepat, menjalankan bisnis dengan lebih percaya diri, dan terus bertumbuh di Eropa maupun pasar lainnya.”Dukungan Terarah untuk Menghadapi Perubahan RegulasiUntuk membantu pelanggan tetap patuh terhadap regulasi baru dan memastikan kelancaran pengiriman, FedEx memperluas dukungan yang ditargetkan, seperti:

Sistem digital yang selaras dengan persyaratan baru

Dengan 29% responden menempatkan solusi digital untuk kepabeanan dan kepatuhan sebagai prioritas utama, platform pengiriman dan penagihan, dan proses kepabeanan FedEx telah disesuaikan dengan persyaratan data dan prosedur terbaru Uni Eropa Langkah ini memungkinkan pelanggan untuk terus melakukan pengiriman dengan lebih mudah dan percaya diri.

Menjawab kebutuhan 25% bisnis membutuhkan panduan regulasi yang lebih jelas dan mudah diterapkan, FedEx meluncurkan program dukungan pelanggan proaktif yang mencakup:

Panduan mendalam dan komunikasi langsung terkait persyaratan Product Identifier (PID) dan skema Import One-Stop Shop (IOSS).

Konsultasi dengan spesialis kepabeanan dan kepatuhan FedEx untuk membantu pelanggan dalam aspek klasifikasi barang, dokumentasi, dan proses kepabeanan.

Halaman informasi de minimis Uni Eropa yang tersedia di berbagai pasar Asia Pasifik dan diperbarui secara berkala dengan panduan, video edukasi, serta berbagai sumber daya perdagangan.

Untuk mendukung kelancaran perdagangan di koridor Asia-Eropa yang strategis, FedEx terus meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas jaringannya, antara lain melalui:

Penambahan lima penerbangan mingguan antara Asia dan Eropa dalam satu tahun terakhir guna meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas rute; dan

Total 26 penerbangan mingguan yang melayani pengiriman dari Asia Pasifik ke Eropa, memungkinkan layanan ekspres dengan waktu tempuh mulai dari 48 jam.

Di tengah perubahan regulasi perdagangan global yang terus berlangsung, FedEx berkomitmen membantu pelanggan untuk menjaga keberlangsungan bisnis melalui dukungan pengelolaan biaya, kepatuhan aturan, dan akses yang andal ke pasar Eropa

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Petrokimia Gresik Genjot Efisiensi Produksi, Biaya Pemeliharaan Susut 10%

PT Petrokimia Gresik mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan keandalan operasional dan efisiensi produksi di tengah kompleksitas industri pupuk yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img