Moneter.id – Imam
Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendoakan Partai Berkarya
lolos dalam parlementary threshold dalam
pemilihan umum (Pemilu) 2019 dan mendudukkan wakil-wakilnya di parlemen yang
akan berjuang membela agama, bangsa, dan negara.
“Saya
berdoa Partai Berkarya, yang selama ini setia mengawal hasil ijtima ulama,
lolos parlementary threshold bersama partai-partai koalisi lainnya,” ujar
Habib Rizieq dalam pesan video langsung dari Kota Suci Makkah, Arab Saudi, yang
ditayangkan saat kunjungan Siti Hardiyanti Rukmana dan Siti Hutami Endang
Adiningsih ke Pesantren Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu
9 (10/04/2019).
Habib
Rizieq juga menyambut gembira kunjungan Mbak Tutut dan Mbak, serta jajaran
Partai Berkarya ke Pesantren Markaz Syariah. Ia berharap kelak Partai Berkarya
menjadi partai yang berjaya. “Kami berdoa Partai Berkarya bisa berjaya,” ujarnya.
Sebelumnya,
dalam sambutan di depan pengurus Pesantren Markaz Syariah dan sejumlah santri
Mbak Tutut mengatakan kiprah FPI selama ini telah terbukti mengamankan bangsa. “Itulah yang membuat
saya bangga dan yakin bahwa FPI itu luar biasa,” katanya.
Mbak
Tutut mengatakan, pada 2004 lalu saat bencana tsunami melanda Daerah Istimewa
Aceh, FPI memperlihatkan peran serta luar biasa dengan membantu aparat TNI dan
bahu membahu menolong para korban dan keluarga mereka.
“Kita harus
menghormati apa yang telah dilakukan FPI. Apa yang dilakukan FPI adalah
perjuangan di jalan Allah. Itu yang membuat FPI berani, amanah dan
bertanggung jawab,” ujar Mbak Tutut.
Sebagai
sesama saudara, Mbak Tutut juga mengingatkan agar FPI berhati-hati dengan
mereka yang bermaksud menunggangi dan bertujuan merusak nama baik organisasi. Ia juga berharap dalam
doa agar Imam Besar akan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat
Indonesia.
Kepada
para santri Mbak Tutut bernasihat agar mereka giat membangun diri menjadi
manusia yang berguna bagi umat, bangsa dan negara. “Jadilah generasi penerus yang
berguna,” kata Mbak Tutut.
Ia juga
mengingatkan betapa besar peran pesantren dalam membantu pemerintah membangun
sumber daya manusia (SDM). “Pemerintah tak akan mampu menangani pendidikan
seluruh rakyat sendirian. Peran pesantren sangat membantu,” kata dia.
Sementara
itu, Mamiek
Soeharto yang ikut dalam kunjungan itu mengatakan bersyukur bisa
bersilaturahmike Markaz Syariah. Ia yakin, kunjungan tersebut membuka peluang
dirinya bisa berjuang bersama FPI di jalan Allah.
Menurutnya,
kerja sama itu terbuka di bidang pertanian, perikanan dan peternakan, demi
kejayaan bangsa dan negara. “Kami terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan
rakyat. Kami
ingin Indonesia kembali makmur, berdaulat dan disegani bangsa lain,” pungkas
Mamiek.




