Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada Juni 2026 mengalami kenaikan 6,51 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan Juni 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan masih berlanjutnya kenaikan harga di tingkat perdagangan besar pada sejumlah sektor strategis, terutama energi, bahan baku, dan konstruksi.
BPS mencatat kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Bijih Besi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air yang meningkat sebesar 10,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga yang cukup kuat pada sektor-sektor yang menjadi penopang aktivitas industri dan pembangunan.
Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga secara tahunan, di antaranya solar industri, elpiji nonsubsidi, beras biasa, solar transportasi, serta getah karet. Kenaikan harga komoditas tersebut turut memberikan andil terhadap meningkatnya indeks harga perdagangan besar nasional.
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), IHPB Nasional pada Juni 2026 juga naik sebesar 0,83 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun hingga Juni 2026 (year-to-date/y-to-d), IHPB tercatat meningkat sebesar 4,94 persen.
Pada sektor konstruksi, BPS mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar Kelompok Bangunan/Konstruksi naik 8,68 persen secara tahunan dibandingkan Juni 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya harga sejumlah material utama, seperti aspal, baja tulangan atau besi beton, batu pecahan, pasir, dan semen.




